JAKARTA, METRO – Pesta besar rakyat Indonesia telah digelar Rabu (17/4). Sejak pagi, 192 juta orang yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) sudah menuju tempat pemungutan suara (TPS). Kemeriahan ini ternyata belum berujung hasil, karena kedua kubu mengklaim unggul atas lawannya masing-masing.
Capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) tak mau terlalu jemawa menyikapi hasil quick count atau hitung cepat sejumlah lembaga survei atas Pilpres 2019 yang mengunggulkan dirinya bersama Ma’ruf Amin. Capres petahana itu meminta kepada para pendukungnya agar bersabar menunggu rekapitulasi resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Sementara Capres 02 Prabowo Subianto mengklaim ia dan cawapres Sandiaga Uno memenangi Pilpres 2019 versi quick count mereka. Ia menuding ada upaya-upaya kecurangan hingga adanya penggiringan opini kekalahannya.
”Saya bicara setelah mengikuti perkembangan penghitungan suara dari tadi, kita prihatin dari tadi malam banyak kejadian yang merugikan pendukung 02. Banyak surat suara yang tidak sampai, banyak TPS buka jam 11.00, banyak pendukung kita tidak dapat undangan dan sebagainya. Belum lagi yang ditemukan surat suara dicoblos 01,” ujar Prabowo di depan kediamannya Jakarta Selatan, Rabu sore.
Eks Danjen Kopassus itu mengklaim kubu pasangan 02 menang di Pilpres 2019. Selain itu, Prabowo menuding ada upaya dari lembaga-lembaga survei yang merilis hasil quick count.
”Walau demikian, hasil exit poll kita di 5 ribu TPS kita menang. Dan hasil quick count kita menang 62,2 persen,” tegasnya.
Katanya, semua relawan untuk mengawal kemenangan di seluruh TPS dan kelurahan. “Saya tegaskan di sini, ada upaya dari berbagai survei tertentu untuk menggiring opini seolah-olah kita kalah,” imbuh Prabowo.
Saat jumpa pers, Prabowo tidak didampingi pasangannya, Sandiaga Uno. Namun ia didampingi timses dan Koalisi Adil dan Makmur, salah satunya Presiden PKS Sohibul Iman.
Prabowo pun meminta para pendukung menjaga TPS-TPS. Ia juga memerintahkan pendukung tidak melakukan tindakan anarkistis. “Saudara sekalian jangan terpancing, awasi TPS, amankan C1 dan jaga di kecamatan jangan lengah. Saya imbau pendukung saya semua agar tetap tenang dan tidak terprovokasi untuk tidak lakukan tindakan anarkis. Saya mengimbau pendukung-pendukung saya untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan anarkis,” imbuh Prabowo.
Ketum Gerindra itu pun menuding ada upaya kebohongan melalui hasil quick count yang mayoritas memenangkan Joko Widodo-Ma’ruf Amin itu. Prabowo sekali lagi meminta pendukungnya menjaga hasil penghitungan suara di tiap TPS.
”Tetap kawal kotak suara karena itu adalah kunci kemenangan kita agar kebohongan yang dilakukan bisa dilawan. Saya tegaskan tidak terprovokasi dan menghindari seluruh tindakan berlebihan, di luar hukum, dan kekerasan apa pun. Silakan jaga TPS,” tutupnya.
Tak Jemawa
Jokowi tak mau terlalu jemawa menyikapi hasil quick count atau hitung cepat sejumlah lembaga survei atas Pilpres 2019 yang mengunggulkan dirinya bersama Ma’ruf Amin.
”Dari indikasi exit poll dan quick count telah kita lihat semuanya, tapi kita harus bersabar dan menunggu perhitungan dari KPU secara resmi,” ujar Jokowi yang didamping Ma’ruf Amin dalam jumpa pers di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Rabu (17/4).
Jokowi juga mengajak agar para pendukungnya dan seluruh rakyat Indonesia kembali bersatu sebagai saudara sebangsa dan setanah air pascapemilu. “Marilah kembali bersatu sebagai saudara sebangsa setanah air, setelah pileg dan pilpres. merajut kerukunan kita sebagai saudara setanah air,” tutur Jokowi sekaligus sebagai penutup pernyataan resminya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menekankan akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, yang tak bisa ia pungkiri sempat tercerai-berai hanya karena pesta demokrasi 5 tahunan ini.
Maka itu, ia meminta kepada masyarakat Indonesia, untuk menjalin dan kembali merawat persatuan, kerukunan serta persaudaraan sebagai saudara sebangsa, setanah air, bangsa Indonesia.
”Marilah kita kembali bersatu sebagai saudara sebangsa, dan setanah air, setelah Pileg dan Pilpres ini. Menjalin dan merawat persatuan kerukunan kita, dan persaudaraan kita sebagai saudara sebangsa dan setanah air,” jelas Jokowi.
Selain itu, ia pun mengingatakan kepada seluruh elemen bangsa yang mengikuti proses elektorat Pemilu 2019, untuk tak lupa mengucapkan terima kasih kepada KPU Bawaslu, dan DKPP.
Sehingga, kata dia, pesta demokrasi Pemilu 2019 ini dapat berjalan dengan jujur dan adil. Tak lupa, Jokowi juga mengapresiasi kinerja jajaran Kepolisan dan TNI, yang telah mengamankan dan membantu ketertiban selama proses Pemilu 2019 di berbagai daerah di Indonesia.
”Terima kasih juga kita sampaikan kepada TNI dan Polri, yang telah mengamankan keamanan dan ketertiban, sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Pada jumpa pers Jokowi-Ma’ruf itu hadir para ketua umum Parpol pendukung koalisi Paslon 01. Mereka adalah Surya Paloh (NasDem), Diaz Hendropriyono (PKPI), Oesman Sapta Odang (Hanura), Airlangga Hartarto (Golkar), Suharso Monoarfa (PPP), Muhaimin Iskandar (PKB), Grace Natalie (PSI), Yusril Ihza Mahendra (PBB), dan Hary Tanoesoedibjo (Perindo).
Hari ini pemungutan suara Pemilu 2019 serentak dilakukan di seluruh wilayah Indonesia. Dalam Pemilu 2019, masyarakat Indonesia tidak hanya memilih capres dan cawapres tetapi juga para legislatif.
Ada lebih dari 192 juta orang terdaftar sebagai DPT. Mereka yang berada di Indonesia, memilih di 810.329 TPS yang dijaga oleh 7,2 juta panitia pemilu.
Paslon 01 Jokowi-Ma’ruf sendiri telah dinyatakan unggul versi hitung cepat sejumlah lembaga survei. Salah satunya KedaiKopi per pukul 16.50 WIB, Jokowi-Ma’ruf menyatakan Jokowi-Ma’ruf mendapat 51,52 persen Sementara itu Paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno mendapat 44,91 persen suara.
Litbang Kompas per waktu yang hampir sama menyatakan Jokowi-Ma’ruf 54,14 persen, sementara Prabowo-Sandi 44,91 persen. LSI Denny JA mengumpulkan sudah 55,11 persen suara masuk untuk Jokowi-Ma’ruf, dan Prabowo-Sandi 44,89 persen. Sementara itu, Median 53,78 persen untuk Jokowi dan Prabowo-Sandi 44,89 persen. (heu)





