PADANG, METRO–Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat mengadakan Festival Seni Budaya dengan tema “ Giat Seni dari Kuranji, Harmoni untuk negeri. Melalui Pokok-pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Irwan Zuldani.Pada hari Sabtu – Minggu ( 19-20/7) di lapangan Komplek Balai Kota Padang. Dihadiri Tokoh Masyarakat Kota Padang, Musda Firman Dt Rajo Guci, Tokoh Masyarakat Sungai Sapih Darman, tokoh masyarakat Aia Pacah Nazar rajo Bungsu, Zainal Aidin Taher.
Lomba Baju Kurung Basiba, Lomba Qasidah Rebana, penampilan Seni Budaya: Seni tradisi, Musik Gambus,peragaan pakaian Tradisi, silek Minang, Gues Star Upiak Isil dan Kintani.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat Jefrinal Arifin, menjelaskan bahwa festival ini merupakan hasil kolaborasi pihaknya dengan Irwan Zuldani melalui Pokok-pokok Pikiran (Pokir). “Semoga ke depan kordinasi dan pemberian Pokir bisa dilanjutkan di tahun 2026 yang akan datang bisa dilaksanakan, kegiatan ini tentu dalam rangka bagaimana kita menghidupkan kembali seni budaya Minangkabu,” ungkap Jefrinal Arifin.
Disebjutkan Jefrinal Arifin, pada kesempatan ini kita melomba Baju Kurung Basiba untuk ibu ibu dan anak anak kita. Ini merupakan pakaian orang minang dan ini tentunya budaya yang kita harus pertahankan.
Dampak kemajuan teknologi dimana sudah berkurangnya anak –anak kita mencintai budaya adat Minang terutama cara berpakaian yang terkenal dengan sumbang duabaleh bagaimana berpakaian yang baik, bagaimana berkata krama yang baik kaum bundo kanduang minang. “Cara berpakaian ini merupakan identitas dari Minangkabu, maka salah kegiatan yang kita laksanakan adalah dalam rangka melestarikan budaya Minangkabu,” jelasnya.
Sementara itu Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Irwan Zuldani, mengatakan kegiatan ini lebih dari pada serapan aspirasi yang kami lakukan di lapangan. “Inilah ujud rangkum aspirasi yang kami lakukan baik melalui reses, maupun kegiatan lainnya yang informal yang kami lakukan di tenggah masyarakat,” katanya.
Kami memahami dan menyadari teruma sekali adalah basiba ini adalah ciri khas orang Minagkabau, ada keangunannya, kesopanan dan pakai begitu rapi,dan lebih ke Islami. “Aleh sebab itu tahun depan Insya Allah kita ramaikan lagi yakni dengan melibatkan generasi muda, saat ini peserta masih banyak diatas umur 40 dan ini kita akan lakukan regenarasi muda,” tuturnya.
Kegitan ini ada juga KIM, Lomba Qasidah yang diikuti 20 team, isya Allah kita akan tingkatkan jumlahnya, dan hiburan dari artis Minang, oleh sebab itu kami sangat bersyukur dan berbahagia peserta dan dari Kepala Dinas Kebudayaan berserta jajaran yang telah memberikan dukungan yang luar biasa sehingga terselenggara kegiatan ini, dan kami juga mengucapkan terima kasih kepada panitia,team, dan Juri, peserta.
Irwan Zuldani menilai pelestarian budaya sangat penting sebagai alat pemersatu bangsa dan penggerak ekonomi dengan kegiatan ini kita menyediakan stand UMKM. “Kami dari DPRD Sumbar sangat mendukung penuh kegiatan yang membangkitkan semangat kebudayaan lokal. Melalui festival ini, kita ingin seni tidak hanya eksis, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi pelaku seni dan masyarakat,’ sebutnya. (ped)






