METRO PADANG

Padang Luncurkan Logo HJK 356, Padukan Adat, Tradisi, Kuliner yang Saling Mengikat dan Memberi Rasa

0
×

Padang Luncurkan Logo HJK 356, Padukan Adat, Tradisi, Kuliner yang Saling Mengikat dan Memberi Rasa

Sebarkan artikel ini

AIAPACAH, METRO–Menjelang perayaan Hari Jadi Kota (HJK) Pa­dang ke-356 pada 7 Agus­tus mendatang, Pe­me­rin­tah Kota Padang melun­curkan logo HJK 356 yang terbilang unik. Ada Angka 3 berwarna emas dengan irisan angka berbentuk gonjong (adat).

“Irisan berbentuk gon­jong rumah adat Mi­nang­kabau pada angka 3 dan penggunaan warna emas merepresentasikan adat Minangkabau,” ujar Plh Sekda Kota Padang, Corri Saidan, dikutip Diskominfo, Senin (21/7).

Kemudian angka lima berbentuk irisan ukiran khas Minang, “itiak pulang patang”. Angka lima ini berwarna cokelat yang merepresentasikan tradisi Minangkabau.

“Motif itiak pulang pa­tang adalah ukiran khas Minang,” jelasnya.

Sedangkan angka enam berwarna merah kecokelatan dengan irisan setengah lingkaran, mere­pre­sentasikan kuliner Mi­nang­kabau. Setengah lingkaran itu adalah ‘kan­cah” yang biasa digunakan oleh masyarakat Minang untuk memasak.

Sementara di dekat lo­go angka terdapat kolom ber­wana abu-abu yang be­risi sejarah tanggal jadi dan tanggal peringatan HJK 356. Kolom ini mer­epresen­ta­sikan sejarah panjang per­jalanan Kota Padang.

“Kolom berwarna abu-abu merupakan kesatuan warisan seluruh elemen angka 356 (adat, tradisi, kuliner) yang saling mengi­kat dan memberi rasa pada sejarah panjang per­ja­lanan Kota Padang,” be­ber Plh Sekdako Padang itu.

Diketahui, pada HJK Padang 356, Pemko Padang menghibur masyarakat dengan berbagai kegiatan. Pe­rayaan HJK digelar mu­lai tanggal 3-10 Agustus 2025. Rangkaian acara ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga momentum pen­ting.

“HJK 356 sekaligus un­tuk  internalisasi nilai se­mangat semua potensi masyakarat dalam me­wujud­kan visi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pa­dang,” tegas Corri.

HJK Padang kali ini me­ngu­sung tema “Taste of Padang Experience, Road to Gastronomy City, Rasa yang Mengikat Warisan yang Menyatukan”. (ren)