PARIAMAN, METRO – Wali Kota Pariaman Genius Umar menyatakan keberadaan dubalang dan barakai ini adalah sebuah program sejak kepemimpinan Walikota sebelumnya, H Mukhlis Rahman.
”Saat itu Mukhlis Rahman berpasangan dengan saya, sebagai Wawako pada periode 2013-2018, dubalang dan barakai telah berjalan dengan baik,” kata Genius Umar, kemarin.
Katanya, dubalang dan barakai dapat difungsikan sebagai bentuk upaya kemandirian masyarakat dalam menjaga keamanan dan kebersiahan tiap desa yang penganggarannya bersumber pada APBN dan APBDes.
”Untuk Kota Pariaman, setelah kita evaluasi, dan kembali di tahun 2019 ini kita kukuhkan kembali sebanyak 344 orang Dubalang dan 172 Barakai,” ucapnya.
Lebih lanju, Wako Pariaman itu menjelaskan dubalang merupakan penjaga keamanan desa untuk membantu menjaga keamanan dan ketenteraman di wilayah dusun. Dubalang ini sebagai perpanjang tangan Satpol PP dalam penegakan Perda di Kota Pariaman, sedangkan Barakai adalah petugas kebersihan desa.
”Walaupun Kota Pariaman tidak memiliki pemerintahan nagari namun keberadaan Dubalang dan Barakai ini mampu sebagai pelopor kehidupan ber-nagari di Sumbar,” ujar Genius menambahkan.
Ia berharap kedua fungsi Dubalang dan Barakai ini mampu bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya, terkhusus Dubalang pihaknya akan selalu mintak koordinasi dan arahan dari Kapolres Pariaman terkait pelaksanaan aturan dan tata cara proses hukum yang akan terjadi nantinya setelah Dubalang ini bekerja di wilayah desa/kelurahan masing-masing. (efa)





