SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Pelestarian Teknologi Tradisional, Wali Kota Apresiasi Dokumentasi Kincia Lasuang

0
×

Pelestarian Teknologi Tradisional, Wali Kota Apresiasi Dokumentasi Kincia Lasuang

Sebarkan artikel ini
PENELITIAN— Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra, meninjau sekaligus beraudiensi dengan mahasiswa dan dosen peserta International Documentation Camp of Vernacular Architecture (Indonesia Vernadoc), yang melakukan penelitian dan dokumentasi terhadap kincir air atau kincia lasuang pabrik kopi tradisional yang berlokasi di Desa Silungkang Duo, Kecamatan Silungkang.

SAWAHLUNTO, METRO–Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, meninjau sekaligus beraudiensi dengan mahasiswa dan dosen peserta International Documentation Camp of Vernacular Architecture (Indonesia Vernadoc).  Saat itu para mahasiswa  yang tengah melakukan penelitian dan dokumentasi terhadap kincir air atau kincia lasuang pabrik kopi tradisional yang berlokasi di Desa Silungkang Duo, Kecamatan Silungkang.

Program Indonesia Vernadoc 2025 mengusung tema kincir air, dengan kincia lasuang sebagai salah satu objek utama dokumentasi.

“Teknologi tradisional ini digunakan oleh masyarakat Silungkang untuk menumbuk biji kopi, digerakkan sepenuhnya oleh energi air ,’ ungkap Riyanda Putra.

Baca Juga  Perda AKB dan 3 M Dioptimalkan

Dikatakan Riyanda Putra, Metode Vernadoc sendiri merupakan pendekatan ilmiah da­lam mendokumentasikan arsitektur vernakular atau bangunan tradisional. Menggu­nakan teknik gambar manual yang terukur dengan media pensil, pena, dan tinta.

“Seluruh proses dilakukan langsung di lokasi (on site) melalui observasi mendalam terhadap bentuk serta fungsi bangunan,” jelasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 27 mahasiswa dan dosen dari lima negara: Indonesia, Malaysia, Thailand, Austria, dan Swedia. Dokumentasi berlangsung selama dua pekan, yakni pada 14 hingga 28 Juli 2025.

Wali Kota Riyanda menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap dedikasi para peserta dan panitia atas kontribusinya dalam penguatan dokumentasi ilmiah terhadap teknologi lokal.

Baca Juga  Puluhan Pemburu Informasi Study Komparatif

“Program ini bukan sekadar kegiatan penelitian, tetapi juga upaya konkret dalam melestarikan warisan budaya dan tek­nologi masyarakat. Dokumentasi visual yang dilakukan secara ilmiah akan menjadi referensi berharga bagi generasi mendatang,” ujar Wali Kota Riyanda.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Sa­wahlunto terbuka untuk ber­kolaborasi dengan para peserta maupun institusi asal mereka. Kolaborasi ini diharapkan dapat mengintegrasikan hasil dokumentasi ke dalam strategi pelestarian, revitalisasi teknologi tradisional, dan pengembangan wisata berbasis warisan budaya. (pin)