METRO SUMBAR

ASN Tanah Datar Antusias Ikut Donor Darah

0
×

ASN Tanah Datar Antusias Ikut Donor Darah

Sebarkan artikel ini
IKUT DONOR DARAH— Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, ikut ambil bagian dalam aksi donor darah yang digelar di Masjid Nurul Amin Pagaruyung, Jumat (18/7).

TANAHDATAR, METRO–Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Peme­rintah Kabupaten Tanah Datar ambil bagian dalam aksi donor darah yang digelar di Masjid Nurul Amin Pagaruyung, Jum’at (18/7), guna membantu pemenuhan kebutuhan stok darah di daerah.

Kegiatan yang dilaksa­nakan bertepatan de­ngan wirid Korpri Tanah Datar tersebut, menjadi bagian dari program jemput bola Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Tanah Datar.

Selain di lingkungan Pem­da, PMI juga rutin menggelar aksi donor da­rah di lokasi-lokasi keramaian.

Staf UTD PMI Tanah Datar, Mega Eriswita, me­nye­but aksi sosial tersebut dilakukan karena stok darah yang tersedia sangat mi­nim, sementara tingkat partisipasi masyarakat termasuk ASN masih rendah.

“ASN yang donor darah cukup banyak, tapi biasa­nya baru mendonor jika ada pasien yang membutuhkan. Karena itu kami adakan langsung di ling­kungan pemda, momen wirid Korpri mejadi peluang untuk mengajak lebih banyak pendonor dan memudahkan ASN untuk ikut donor,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, kurangnya stok darah di PMI dikarenakan masih ba­nyak masyarakat yang enggan donor karena beberapa alasan seperti takut jarum dan menganggap donor darah itu menyakitkan.

Dia berharap kegiatan seperti ini bisa terus digelar secara rutin dan men­dapat dukungan lebih luas dari masyarakat, terutama kalangan ASN guna menjaga ketersediaan darah di dae­rah. “Untuk itu, kami PMI terus menggalakkan edukasi lewat media sosial dan sosialisasi ke kampus-kampus dan juga di lingku­ngan pemda sendiri,” tambahnya.

Feni Handayani, salah seorang ASN dari Dinas PUPR Tanah Datar me­nga­presiasi aksi bakti sosial di­lingkungan pemda tersebut. Ia juga mengaku rutin mendonorkan darah karena merasa tubuh menjadi le­bih sehat dan bugar.

“Adanya kegiatan donor darah di lingkungan pemda ini sangat bagus. Kalau hanya menunggu orang sakit baru donor, itu juga tidak baik. Kegiatan rutin seperti ini sangat memudahkan ASN untuk ikut berpartisipasi,” katanya.

Hal senada disampaikan Dedek Supardana sa­lah seorang ASN dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Ia menekankan pentingnya kesadaran bahwa donor darah tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan pribadi, tetapi juga bisa menyelamatkan nyawa orang lain. “Kalau ada stok darah yang cukup di PMI, pasien yang membutuhkan bisa langsung terbantu tanpa harus me­nunggu pencarian melalui media sosial,” ujarnya. (ant)