BERITA UTAMA

Chek In di BIM, Penumpang asal Aceh Kedapatan Bawa 2 Kg Sabu Hendak Dibawa ke NTB, Disembunyikan di Koper

1
×

Chek In di BIM, Penumpang asal Aceh Kedapatan Bawa 2 Kg Sabu Hendak Dibawa ke NTB, Disembunyikan di Koper

Sebarkan artikel ini
SABU— Tim BNNP Sumbar menangkap penumpang berinisial AS (26) asal Aceh gegara memabwa sabu 2 Kg dalam kopernya di BIM.

PADANG, METRO–Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menangkap seorang penumpang maskapai saat chek in di Bandara Intenasional Minangkabau (BIM) gegara membawa 2 Kilogram sabu dalam kopernya yang dibalut pakaian.

Pelaku diketahui berinisial AS (26) yang berasal dari Provinsi Aceh. Saat itu, pelaku AS mau check in keberangkatan di BIM dengan tujuan Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Tim selanjutnya melakukan pengembangan lalu menangkap I (22) yang berperan sebagai koordinator kurir di Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol Ricky Yanuarfi mengatakan, pengungkapan kasus ini dilakukan pada Selasa (15/7) sekitar pukul 07.30 WIB. Menurutnya, pengungkapan kasus ini berawal pihaknya mendapat informasi intelijen akan ada pengiriman sabu dari Aceh menuju Lombok, NTB.

“Pada saat informasi diterima Tim BNNP Sumbar, pelaku akan melanjutkan penerbangan dari BIM ke Bandara Soetta lalu dilanjutkan ke Lombok,” ujar Ricki dalam keterangannya, Jumat (18/7).

Menindaklanjuti informasi itu, kata Brigjen Pol Riki, Tim Pemberantasan BNNP Sumbar langsung berkoordinasi dengan Bea Cukai dan Avsec Bandara. Alhasil, pelaku diamankan saat berada di bandara dan mau chek in keberangkatan.

“Dalam pengungkapan kasus ini kami menyita empat paket sabu seberat dua kilogram. Sabu yang dibungkus plastik bening itu, disembunyikan pelaku dalam koper lalu dibalut-balut dengan pakaian pelaku,” tutur Brigjen Pol Riki.

Dari hasil interogasi, kata Brigjen Pol Riki, pelaku AS mengaku disuruh oleh seseorang di Aceh berinisial I (22). Tim bergerak ke Aceh untuk melakukan penangkapan.

“Pelaku I berhasil ditangkap tanpa perlawanan. Pelaku I ini dia berstatus sebagai koordinator kurir dari pelaku AS tersebut. Terkait kasus ini, kita akan terus memburu orang-orang yang terlibat,” tutur Brigjen Riki.

Selain itu, kata Brigjen Riki,proses penyelidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap dari mana asal sabu tersebut dan ke mana jaringan pengedarnya mengarah.

”Tentu ini menjadi bukti nyata bahwa peredaran narkotika tidak mengenal batas wilayah. Sumbar bukan hanya wilayah transit, tapi bisa menjadi bagian dari jalur pengiriman narkoba nasional. Maka itu kami tidak akan berhenti untuk memberantas hingga ke akar-akarnya,” tegasnya. (rgr)