JAKARTA, METRO–Di tengah jadwal padat tur mereka di Indonesia untuk Piala Presiden 2025, Oxford United menunjukkan bahwa sepak bola tak melulu soal kompetisi. Klub asal Inggris yang dikenal dengan julukan The U’s ini menyelipkan misi kemanusiaan dalam lawatannya dengan menggelar program coaching clinic untuk anak-anak, termasuk mereka yang berasal dari latar belakang kurang beruntung.
Sebanyak 120 anak mendapat kesempatan langka untuk berlatih langsung bersama pemain dan pelatih Oxford United. Di antara mereka, ada anak-anak dari Rumah Yatim Dhuafa, sebuah panti asuhan di Jakarta yang mendapat perhatian khusus dari para pemain klub.
Kepedulian para pemain berlanjut pada hari terakhir tur. Enam pemain Oxford United secara sukarela mengunjungi Rumah Yatim Dhuafa, membawa serta donasi ribuan poundsterling yang mereka kumpulkan secara pribadi. Tak hanya itu, pihak klub juga menyumbang dengan jumlah yang sama, mencerminkan komitmen bersama untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Pemain seperti Stan Mills, Sam Long, Will Vaulks, Marselino Ferdinan, dan Ole Romeny turut menyerahkan perlengkapan olahraga serta memorabilia bertanda tangan kepada anak-anak panti. Kegiatan tersebut berlangsung penuh kehangatan dan keharuan, terutama saat para pemain melihat langsung kondisi panti yang hanya mampu menampung tujuh anak, meski saat ini membina 59 anak usia 6 hingga 15 tahun.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut Matt Phillips, Hidde ter Avest, dan Jack Currie. Mereka berinteraksi hangat dengan anak-anak dan mendengarkan cerita kehidupan di panti yang telah berdiri sejak 2009 ini.
Tersentuh oleh situasi yang mereka saksikan, para pemain bahkan berinisiatif menggalang dana pribadi agar dapat kembali ke Jakarta dan melanjutkan dukungan untuk anak-anak tersebut di masa depan.
Aksi sosial Oxford United ini menjadi bukti bahwa sepak bola bisa menjadi jembatan harapan, bukan hanya soal mencetak gol di lapangan, tetapi juga menghadirkan senyuman dan masa depan yang lebih cerah bagi mereka yang membutuhkan. (*/rom)






