METRO PESISIR

Armaidi Tanjung: Jangan Sampai Tidak Punya Kepedulian Terhadap Masalah Sosial

1
×

Armaidi Tanjung: Jangan Sampai Tidak Punya Kepedulian Terhadap Masalah Sosial

Sebarkan artikel ini
LANTIK—Pendiri PMII Kota Pariaman Armaidi Tanjung, saat pelantikan dan Seminar Kepemimpinan Kepengurusan Komisariat PMII Universitas Sumatera Barat, di Desa Kajai Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman.

PARIAMAN, METRO–Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman , kemarin, diingatkan jangan sampai tidak punya ke­pedulian terhadap masalah sosial yang ada dilingku­ngannya. Sebagai insan yang dididik di perguruan tinggi, kader PMII yang berstatus mahasiswa ha­rus memahami berbagai masalah sosial yang terjadi di lingkungannya.

Demikian diungkapkan Pendiri PMII Kota Pariaman Armaidi Tanjung, pada Pelantikan dan Seminar Kepemimpinan Kepengurusan Komisariat PMII Universitas Sumatera Ba­rat, kemarin di Desa Kajai Kecamatan Pariaman Ti­mur Kota Pariaman.

Menurut Armaidi Tanjung, beberapa masalah  sosial yang ada seperti penyakit masyarakat berupa judi, miras, narkoba, pencurian, kemiskinan, kebodohan, pergaulan bebas, lemahnya penegakan hukum & korupsi dan kedang­kalan pemahaman agama.

“Di Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman berbagai kasus asusila hingga kekerasan dan pembunuhan terjadi. Pe­laku atau korbannya masih ada yang berstatus mahasiswa. Hal ini tentu memprihatinkan. Pergaulan bebas dengan lawan jenis maupun antar sesama jenis yang berlebihan bisa memicu tindak kejahatan. Karena itu, kader PMII ja­ngan sampai terjerumus pada pergaulan bebas hingga merusak diri sendiri, keluarga, kampus dan organisasi,” kata Armaidi Tanjung.

Armaidi Tanjung meng­ungkapkan, kasus yang menimpa mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Padang. Akibat pergaulan bebas sesama mahasiswa sudah ada yang ditemukan terbukti me­lakukan hubungan badan. Setelah ditemukan bukti yang kuat dan pengakuan dari mahasiswa bersangkutan, kampus bertindak tegas memberhentikan tidak hormat sebagai mahasiswa karena tersangkut perbuatan asusila. Bayangkan, data  mahasiswa bersangkutan di PDDIKTI (Pangkalan Data Pendidikan Tinggi)  tercatat diberhentikan tidak hormat karena perbuatan asusila.

“Betapa menyedihkan dan memprihatinkan. Terutama mahasiswa yang sudah tahap akhir penyelesaian kuliah, bahkan su­dah diwisuda namun belum dapat ijazah. Jika ija­zahnya dicabut gara-gara tersangkut perbuatan asu­sila, betapa hancurnya hati orang tuanya. Karena itu, kader PMII Kota Pariaman sebagai mahasiswa jangan sampai terjerumus. Jika memang sudah sangat saling suka dengan lawan jenis, bertanggungjawab, sebaiknya lalui jalan yang dihalalkan dan dibenarkan oleh peraturan yakni pernikahan,” kata Armaidi Tanjung penulis buku “Free Seks No, Nikah Yes” ini.

Pelantikan Pengurus Komisariat (PK) PMII Universitas Sumatera Barat yang diketuai Irsyadul ‘Ibad Machyudi oleh Sekretaris Pengurus Cabang Padang Rian Hidayat. Hadir PK PMII STIT Syekh Burhanuddin Pariaman dan PK STIA BNM Pariaman. “Pelantikan dan seminar bertemakan meneguhkan komitmen kader PMII sebagai agen perubahan da­lam menyongsong masa depan bangsa,” kata Ketua Pelaksana Gilang Saputra. (efa)