METRO BISNIS

Ketua DPRD Sumbar Dorong Generasi Muda Tanamkan Filosofi Kepemimpinan Minangkabau

0
×

Ketua DPRD Sumbar Dorong Generasi Muda Tanamkan Filosofi Kepemimpinan Minangkabau

Sebarkan artikel ini
JADI NARASUMBER—Ketua DPRD Sumbar, Muhidi menjadi narasumber dalam pada kegiatan Penguatan Pelatihan Dasar Kepemimpinan kepada pengurus Osis SMK se-Sumbar.

PADANG, METRO–Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi menjadi narasumber pada kegiatan Penguatan Pelatihan Dasar Kepe­mimpinan kepada pengurus Osis SMK se-Sumbar yang digelar di SMKN 9 Padang, Selasa (15/7).

Dalam kesempatan itu Muhidi menyampaikan, dasar kepemimpinan bagi generasi muda perlu ditanamkan sejak dini agar me­re­ka memiliki karakter yang kuat dalam memim­pin di tengah masyarakat.

“Dasar kepemimpinan yang ditanamkan bagi generasi muda Minangkabau harus sesuai dengan filo­sofi kepemimpinan Minangkabau yang dikenal dengan Tigo Tungku Sajarangan, yakni sinergi antara peran Ninik Mamak, Cadiak Pandai, dan Alim Ulama. Ketiga unsur tersebut, harus menjadi inspirasi dalam membentuk pola pikir dan sikap seorang pemimpin masa depan,” kata Muhidi.

Setiap diri, tambah Muhidi, memiliki tiga hal yang perlu dikembangkan dan ditumbuhkan sehingga ber­wi­bawa yaitu budaya, agama dan cerdik pandai. Selain menguasai tiga hal tersebut, harus menguasai bahasa negara lain dan ilmu pengetahuan serta wawasan yang luas.

“Falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) bukan hanya semboyan. Kita perlu memahami bagaimana ketiga unsur ini bekerja agar bisa menjadi pe­mim­pin yang membangun Sum­bar dengan nilai-nilai ke­arifan lokal,” ungkap Mu­hidi.

Untuk itu, Muhidi mendorong para peserta untuk mulai merancang masa depan dengan serius, tanpa menunggu kesiapan yang sempurna. Bangun pola pikir positif, tulis cita-cita sejak dini..

“Generasi muda tidak boleh melupakan akar budaya Minangkabau, sekaligus harus membekali diri dengan kemampuan berbahasa asing agar mampu bersaing dan mendapatkan pengalaman global. Di mana pun berada dan da­lam situasi apa pun, generasi muda harus memiliki semangat belajar tinggi,” tambahnya.

Selain itu, Muhidi juga menekankan bahwa pe­mimpin abad ke-21 harus adaptif, tenang dalam me­ng­hadapi tekanan, serta memiliki kemampuan mem­baca situasi secara ta­jam.

“Seorang pemimpin ha­rus tetap jernih saat menghadapi kekacauan. Kecakapan mengambil keputusan di saat kritis adalah bekal penting bagi pemimpin muda masa depan,” tutup dia. (rgr)