SOLOK/SOLSEL

Komisi VI DPR Dukung dan Optimalkan Potensi Pertanian di Kabupaten Solok

0
×

Komisi VI DPR Dukung dan Optimalkan Potensi Pertanian di Kabupaten Solok

Sebarkan artikel ini
DUKUNG POTENSI DAERAH— Wakil Buipati Solok Chandra melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy dan juga anggota DPR RI Rahmat Saleh.

SOLOK, METRO–Wakil Bupati Solok, Candra berharap kerjasama atau kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Su­matera Barat dan Pemerintah Kabupaten Solok dapat terjalin lebih erat. Untuk itu menjalin koordinasi intensif dengan Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, dinilai sangat penting.

Dalam pertemuan ter­sebut, Candra menyampaikan aspirasi dan harapan Pemerintah Kabupaten Solok. Dia juga berharap memperoleh arahan dan dukungan dari Pemerintah Provinsi dalam upaya percepatan pembangunan, khususnya di sektor unggulan seperti pariwisata dan pertanian.

Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, menyambut baik hal tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya bersama Gubernur Buya Mahyeldi, berkomitmen memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada demi membangun Sumatera Barat secara merata, termasuk Kabupaten Solok.

“Terkait pembangunan Solok dan kabupaten/kota lainnya, kami berkomitmen untuk terus bergerak dan mendukung sepenuhnya,” tegas Vasko.

Sementara itu, Rahmat Saleh yang saat ini duduk di Komisi IV DPR RI, menyampaikan dukungannya terhadap potensi pertanian Sumbar. Termasuk Kabupaten Solok yang dikenal sebagai sentra pro­duksi hortikultura nasional.  “Kami siap bergerak bersama pemerintah provinsi untuk mengoptimalkan potensi pertanian di daerah,” katanya.

Usai sesi koordinasi, Candra juga mengikuti diskusi kebudayaan bersama sejumlah tokoh seniman dan budayawan senior Su­matera Barat. Dalam diskusi tersebut, Wagub Vasko menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor da­lam membangkitkan kem­bali seni budaya Minangkabau.

“Seniman dan buda­yawan harus memiliki semangat yang sama untuk menghidupkan kembali potensi seni budaya kita. Tidak ada kepentingan lain kecuali kebangkitan seni budaya Sumbar,” ujar Vasko.  Ia menyebutkan bahwa digitalisasi saat ini me­nuntut para pelaku budaya untuk terus berinovasi dan berkolaborasi. (vko)