OLAHRAGA

Liga TopSkor Sumbar 2025 Resmi Ditutup, 168 Tim Tunjukkan Talenta Muda Terbaik

4
×

Liga TopSkor Sumbar 2025 Resmi Ditutup, 168 Tim Tunjukkan Talenta Muda Terbaik

Sebarkan artikel ini
SERAHKAN PIALA— Direktur Liga TopSkor Indonesia, Yusuf Kurniawan, menyerahkan Piala dan plakat kepada kapten tim SKO Sumbar U-18 yang keluar sebagai juara 1 pada LTS Sumbar 2025, Minggu (13/7) sore.

PADANG, METRO–Kejuaraan Liga TopSkor (LTS) Sumatera Barat 2025 resmi ditutup dengan laga final kelompok usia U-18 yang berlangsung pe­nuh tensi. SKO Sumbar berhasil keluar sebagai juara setelah menaklukkan PSTS Tabing lewat drama adu penalti yang menegangkan di Stadion Haji Agus Salim, Minggu sore (13/7).

Ketua Panitia LTS Sumbar, Renol Fadli, menyebut bahwa musim 2025 menjadi salah satu yang paling kompetitif. Sebanyak 258 pertandingan tersaji sejak Januari 2025, dengan jeda hanya selama bulan Ramadhan. Liga tahun ini diikuti oleh 168 tim dari enam kelompok usia: U-11, U-12, U-13, U-14, U-16, dan U-18, yang bertanding di ber­bagai venue seperti lapa­ngan UNP Padang, Training Ground Semen Padang FC, Persada Payakumbuh, hingga partai puncak di Stadion Haji Agus Salim.

“Kami berkomitmen menjaga keberlangsungan Liga TopSkor sebagai ajang pembinaan usia muda, dan tengah merencanakan kompetisi invitasi nasional di Sumbar yang akan mempertemukan tim-tim terbaik dari seluruh Indonesia,” ungkap Renol.

Baca Juga  Buka Turnamen Sepakbola Antarpelajar se-Sumbar, Gubernur Mahyeldi Tegaskan Kompetisi sebagai Ajang Lahirkan Atlet Berprestasi

Komitmen untuk menjadikan Sumbar sebagai pusat pembinaan sepak bola usia dini juga datang dari Direktur Liga TopSkor Indonesia, Yusuf Kurniawan, atau yang akrab disapa Bung Yuke. Ia me­nyampaikan kebanggaannya atas antusiasme luar biasa dari para peserta dan pendukung di Sumbar.

“Sumbar menjadi regional terbesar kedua dari 28 kota penyelenggara Liga TopSkor di Indonesia. Untuk KU-16, beberapa pemain akan langsung dipantau oleh Coach Nova Arianto dan Tommy Har­yanto,” katanya.

Sekretaris Umum PSSI Sumbar, Hendra Dupa, menegaskan bahwa LTS adalah pola pembinaan yang konsisten dan terarah. “Ini wadah penting lahirnya talenta muda. Selamat kepada para juara, dan tetap semangat untuk yang belum berhasil,” ucapnya.

Baca Juga  53rd FIG Artistic Gymnastics World Championships, Tim Senam Indonesia Incar Posisi 20 Besar

Sementara itu, Ketua Askot PSSI Padang, Mastilizal Aye, yang juga anggota DPRD, menyampaikan bahwa turnamen usia dini seperti ini bukan hanya soal prestasi, tetapi juga solusi sosial. “Peme­rintah harus hadir. Ini cara kita membina dan melindungi generasi muda dari pengaruh negatif,” ujar­nya.

Dukungan juga datang dari Direktur PT Kabau Sirah Semen Padang, Hermawan Ardianto, yang memberikan motivasi kepada para pemain muda agar terus berkembang, memahami peran, dan menjaga semangat belajar.

Penutupan berlangsung meriah dan penuh inspirasi. Hadir legenda se­pak bola Sumbar seperti Kusdiyanto, Masykur Rauf, Weliansyah, dan Hengki Ardiles, serta dua rekrutan muda Semen Padang FC jebolan LTS, Ronaldo Kwateh dan Samuel Cristianson, yang menjadi bukti nyata keberhasilan ajang ini dalam mencetak bintang masa depan. (brm)