METRO PADANG

Hari ini, 150 Siswa di Kota Padang Masuk Sekolah Rakyat, Masuk Asrama, Tersedia 6 Rombel dan Dipusatkan di BBPPKS di Pauh

0
×

Hari ini, 150 Siswa di Kota Padang Masuk Sekolah Rakyat, Masuk Asrama, Tersedia 6 Rombel dan Dipusatkan di BBPPKS di Pauh

Sebarkan artikel ini
ASRAMA SEKOLAH RAKYAT— Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) yang terletak di Kecamatan Pauh, direncanakan menjadi asrama dan pusat Sekolah Rakyat setingkat SMP di Padang. Hari ini, Senin (14/11), sebanyak 150 siswa akan memulai pendidikannya di Sekolah Rakyat.

PADANG, METRO–Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah launching pada pertengahan Juli 2025 ini. Di Padang, sebanyak 150 siswa sekolah kurang mampu setingkat SMP akan merasakan pendidikan secara gratis.

“Sesuai arahan dari pemerintah pusat, launching Sekolah Rakyat secara serentak di seluruh Indonesia dilakukan pada Senin (14/11),” ujar Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Heriza Sya­fani dikutip dari dis­kominfo, Minggu (13/7).

Sekolah Rakyat seting­kat SMP di Padang dipusatkan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejah­teraan Sosial (BBPPKS) yang terletak di Kecamatan Pauh. Di sini, 150 siswa mau­pun siswi diasramakan.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Ricky Januar menyebut, seluruh kesiapan sarana dan prasarana sekolah sudah rampung. Selain itu, Kemensos RI juga telah menetapkan kepala sekolah, termasuk rekrutmen wali asrama dan wali asuh.

“Nantinya ada 6 rombel yang masing-masing rombel terdiri dari 25 sis­wa,” ungkap Ricky Januar.

Seluruh siswa yang berasrama di Sekolah Rakyat ini merupakan siswa ku­rang mampu. Sebanyak 150 siswa berasal dari keluarga miskin ekstrem desil I dan desil II. Mereka yang bersekolah sudah didata dan direkomendasikan oleh Kemensos

“Seluruh anak mendapatkan fasilitas dengan baik dan semua gratis hingga selesai,” sebut Kabid Linjamsos itu.

Kegiatan belajar di Se­kolah Rakyat ini menggunakan kurikulum nasional seperti sekolah formal lainnya. Selain itu juga mendapatkan tambahan pembelajaran berupa pendidikan karakter dan keterampilan sosial, sebagai bentuk penguatan nilai-nilai kemandirian dan tanggungjawab.

Setiap kamar asrama akan diisi oleh empat siswa, dilengkapi dengan tempat tidur, meja, kursi, lemari pakaian, hingga ruang makan umum dengan fasilitas meja makan. Sebelum ma­sa belajar dimulai, digelar orientasi dan pengenalan lingkungan sekolah yang melibatkan siswa dan wali murid.

Pembekalan Guru SR

Sementara itu, Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan pembekalan kepada 1.569 guru Sekolah Rakyat dari seluruh Indonesia sebagai persiapan menjelang dimulainya pro­ses pembelajaran pada 14 Juli 2025.

“Materi pembekalan mencakup kurikulum, orientasi Sekolah Rakyat, pendidikan inklusif yang ramah anak dan hak asasi manusia, serta pemetaan bakat atau talent mapping,” ujar Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat mem­buka kegiatan di Ban­dung, Sabtu (12/7).

Ia menjelaskan, para guru tidak hanya dibekali secara teknis, tetapi juga secara emosional agar siap menjalankan peran ganda: sebagai pengajar sekaligus orang tua bagi siswa yang tinggal di asrama.

“Karena ini sekolah berasrama, tanpa pendampingan orang tua, maka gu­ru harus mampu menciptakan suasana yang aman dan nyaman, menjadi sosok yang bisa mendampingi anak-anak dengan empati,”

Selain pendidikan formal, Kemensos juga menekankan pentingnya pembentukan karakter kebangsaan, keagamaan, dan sosial. Hal ini selaras dengan arahan Presiden tentang pentingnya membekali ge­ne­rasi muda dengan keterampilan hidup.

“Di samping mereka mendapat ilmu, kita juga ingin mereka memiliki karakter dan kemampuan sosial, sehingga setelah lulus SMA pun mereka sudah siap bekerja atau berkontribusi bagi masyarakat,” tambahnya.

Agus berharap, program Sekolah Rakyat dapat membuka akses pendidikan yang layak bagi anak-anak kurang mampu serta membentuk generasi muda yang mandiri dan berdaya saing. (ren)