ALAI, METRO–Jelang dimulainya Tahun Ajaran (TA) 2025/2026 pada Senin (14/7) mendatang, Pemko Padang mulai membagikan seragam sekolah gratis untuk belasan ribu siswa dari keluarga kurang mampu.
Siswa kurang mampu di Kota Padang mendapatkan enam stel seragam gratis dan kartu Padang juara. Hal tersebut merupakan program unggulan (progul) yang diusung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang, Fadly Amran – Maigus Nasir.
Jumat (11/7), Wawako Padang Maigus Nasir langsung menyerahkan seragam gratis kepada siswa SDN 03 Alai. Selain siswa juga hadir orang tua bahagia menerima “kado” dari Pemko Padang.
Dalam kesempatan itu, Maigus mengatakan bahwa 45 persen warga Kota Padang masih tergolong ekonomi lemah. Dengan adanya program ini, diharapkan menjadi upaya untuk menjembatani kesenjangan tersebut.
“Ini bukan sekadar pembagian seragam. Kami ingin membangun semangat dan motivasi belajar anak-anak. Insya Allah, setelah ini akan ada LKS gratis menyusul,” ujarnya.
Selain itu, Maigus berpesan kepada orang tua agar anak- anak selalu menerapkan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat, dan berharap agar generasi muda saat ini menjadi menjadi generasi emas.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Nurfitri menambahkan bahwa seragam gratis ini menyasar siswa kelas 1 SD/MI dan kelas 7 SMP/MTs yang terdata dalam DTKS dan MBR.
“Total penerima bantuan mencapai 12.606 siswa, dengan rincian 6.272 siswa SD, 165 MI, 5.647 SMP, dan 522 MTs,” jelasnya.
Program ini ditujukan bagi siswa kelas 1 Sekolah Dasar (SD) dan kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP), mencakup sekolah negeri, swasta, dan madrasah di seluruh wilayah Padang.
Nurfitri menjelaskan bahwa setiap anak menerima enam stel seragam mulai dari pakaian merah putih untuk SD/MI, merah biru untuk SMP/Mts, pramuka, batik, olahraga, muslim/muslimah, hingga baju basiba/ balango.
Sementara itu, Kepala SDN 03 Alai Anri mengungkapkan bahwa 53 dari 112 siswa kelas 1 di sekolah tersebut menjadi penerima manfaat seragam gratis.
Anri menjelaskan bahwa data penerima berasal dari Dinas Sosial Kota Padang dan terdaftar dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional. Setiap siswa penerima mendapatkan enam pasang seragam sekolah, yang nantinya akan ditambah dengan LKS.
Merasa Terbantu
Sejumlah orang tua siswa merasa bahagia dan terbantu dengan bantuan seragam gratis dari Pemko Padang. Lenni, seorang pedagang kue, seragam itu adalah sangat berarti bagi putrinya Naila, yang baru saja diterima di SDN 01 Ulak Karang Selatan, termasuk dalam daftar penerima bantuan dari Program Padang Juara.
“Saya senang sekali, enam stel seragam itu sangat berarti bagi kami. Anak saya masuk lewat jalur afirmasi karena saya terdata di DTKS,” kata Lenni.
Cerita serupa datang dari Silvina, warga Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto. Sehari-hari ia bekerja sebagai dobi di sebuah laundry. Awalnya, ia hampir membeli seragam untuk anaknya dengan uang tabungan seadanya. Namun takdir berkata lain.
“Setelah cari informasi dan mengurus berkas di kelurahan, ternyata saya masuk kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Semuanya diproses cepat, dan Alhamdulillah akhirnya saya menerima bantuan ini. Rezeki tak disangka-sangka,” bebernya.
Bagi mereka yang hidup dengan penghasilan tak menentu, kebutuhan sekolah kerap kali jadi beban tambahan yang tak kecil. Di sinilah program seragam gratis Pemerintah Kota Padang menjadi oase di tengah keterbatasan.
Begitu pun dengan Vivi bersama sang buah hati dari Ulak Karang mengaku bantuan ini membantu mengurangi beban ekonomi rumah tangganya.
“Saya merasa sangat terbantu. Seragam ini bukan hanya pakaian, tapi bentuk perhatian pemerintah kepada kami, terutama masyarakat kecil. Semoga program seperti ini tetap berlanjut,” ujarnya sambil mengenakan seragam gratis kepada anaknya yang diterima di SDN 01 Ulak Karang Selatan. (brm)






