SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Sawahlunto Siap Jadi Tuan Rumah ISKADA Sumbar, Sekda Tekankan Dampak Ekonomi bagi UMKM Lokal

0
×

Sawahlunto Siap Jadi Tuan Rumah ISKADA Sumbar, Sekda Tekankan Dampak Ekonomi bagi UMKM Lokal

Sebarkan artikel ini
ARAHAN—Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto, Rovanly Abdams, memberikan arahan saat rapat persiapan jadi tuan rumah ISKADA Sumbar.

SAWAHLUNTO, METRO–Pemerintah Kota Sa­wahlunto terus mematangkan persiapan menjadi tuan rumah Pertemuan Istri Kepala Daerah (IS­KADA) se-Provinsi Sumatera Barat tahun 2025. Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto, Rovanly Abdams, bersama Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Sawahlunto, Ny. Kemala Jeffry Hibatullah, di Balaikota Sawahlunto.

Rapat tersebut membahas berbagai aspek teknis dan strategis untuk me­mastikan kelancaran pe­laksanaan kegiatan ting­kat provinsi tersebut. Selain menyukseskan jalannya acara, rapat juga me­nyoroti pentingnya menghadirkan dampak nyata bagi ma­syarakat, khususnya pada sektor ekonomi lokal.

Sekda Rovanly Abdams dalam arahannya menekankan bahwa kegiatan ISKADA harus sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Sawahlunto, yaitu “hidup dan menghidupi”. Ia berharap momentum ini dapat menjadi motor penggerak eko­nomi kerakyatan, terutama melalui pemberda­yaan pelaku UMKM.

“Acara ini harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat, terutama sektor ekonomi rakyat. Kita ingin ISKADA ini menjadi wadah promosi, pergerakan, dan perputaran eko­no­mi yang nyata bagi UMKM lokal,” ujar Rovanly.

Ia juga meminta agar keikutsertaan pelaku UMKM serta pihak-pihak pendukung kegiatan ek­o­nomi lainnya dapat dirancang dan difasilitasi secara optimal, guna menciptakan transaksi aktif dan nilai tambah ekonomi selama kegiatan berlangsung.

Selain itu, Sekda meminta laporan terbaru dari masing-masing bidang panitia agar koordinasi lintas sektor dapat berjalan cepat, akurat, dan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Pertemuan ISKADA Sumatera Barat 2025 ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi antar-istri kepala daerah, namun juga momentum memperkuat jaringan perempuan dalam pembangunan daerah serta mendorong kolaborasi antardaerah di Su­matera Barat,” tandasnya. (pin)