BERITA UTAMA

Pemerintah Pusat Resmi Usulkan Geopark Ranah Minang Silokek ke UNESCO Global Geopark, Tim UNESCO akan Datang ke Sijunjung pada Mei 2026

0
×

Pemerintah Pusat Resmi Usulkan Geopark Ranah Minang Silokek ke UNESCO Global Geopark, Tim UNESCO akan Datang ke Sijunjung pada Mei 2026

Sebarkan artikel ini
PENILAIAN— Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) saat mendatangi Geopark Silokek untuk melakukan penilaian beberapa waktu lalu.

SIJUNJUNG, METRO–Geopark Ranah Minang Silokek, Kabupaten Sijunjung resmi diusulkan pemerintah pusat untuk menjadi UNESCO Global Geopark (UGG). Diusulkan untuk menjadi sebuah destinasi yang diakui oleh dunia dan internasional.

Pengusulan itu berda­sarkan hasil penilaian dari Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) ke Kabu­paten Sijunjung pada Mei 2025 kemarin. Dari hasil penilaian tersebut, Geo­park Silokek berada di uru­tan teratas dengan nilai 86,35. Kemudian disusul sejumlah geopark lainnya di Indonesia untuk diu­sulkan menjadi UNESCO Global Geopark.

Perjuangan dan penan­tian Geopark Silokek yang merupakan ikon Kabupa­ten Sijunjung untuk men­jadi bagian dari UGG akan segera terwujud.

Sekretaris Daerah Ka­bu­paten Sijunjung, Dr.Zef­nihan yang juga merupa­kan badan pengelola (BP Geopark Silokek) menga­takan, pengusulan ini dila­kukan setelah Geopark Silokek masuk ke dalam aspiring UNESCO Global Geopark.

“Setelah masuk aspiring, kita dinilai oleh tim KNGI yang turun langsung ke lapangan. Mencocokkan apakah data yang di doku­men sesuai dengan kondisi real-nya di lapangan. Ka­rena hasil tersebut akan menjadi penentu untuk pe­ngusulan ke UNESCO,” tutur Dr.Zefnihan.

“Alhamdulillah, Geo­park Ranah Minang Silokek kini diusulkan ke UNESCO untuk menjadi tergabung ke dalam UNESCO Global Geopark,” katanya me­nam­bahkan.

Dengan pencapaian hing­ga saat ini, pihaknya berharap dan mohon duku­ngan dari seluruh pihak agar pengusulan Geopark Silokek menjadi UGG ber­jalan suk­ses dan sesuai harapan.

“Ini semua merupakan rangkaian proses yang panjang. Terutama sejak Pemkab Sijunjung menja­di­kan Geopark sebagai se­buah konsep pemba­ngu­nan daerah. Dengan me­nargetkan Geopark Silo­kek masuk ke dalam des­tinasi dunia atau UNESCO Global Geopark,” ung­kapnya.

Kepala Dinas Pariwi­sata, Pemuda dan Olah­raga Kabupaten Sijunjung, Afrineldi menjelaskan. Ini merupakan pertama kali­nya Geopark Silokek resmi diusulkan oleh pemerintah pusat ke UNESCO.

Meski demikian, masih ada tahapan penilaian lain­nya yang harus dipersiap­kan agar resmi tergabung ke dalam UNESCO Global Geopark. “Kita (Sijunjung) bersama Bojonegoro men­jadi daerah yang dius­ulkan di tingkat nasional untuk aspiring ke UNESCO. Ini se­buah progres setelah ta­hun-tahun sebelumnya ki­ta belum masuk kategori,” jelasnya.

“Alhamdulillah, dari dua daerah tersebut, kita (Si­jun­jung) memperoleh nilai terbaik atau tertinggi yang diusulkan ke UNESCO,” tambahnya.

Dengan demikian, se­lanjutnya tim dari UGG akan melakukan kunjungan dan penilaian langsung ke Sijunjung. “InsyaAllah pa­da Mei 2026 nanti, tim dari UNESCO akan mela­kukan penilaian langsung ke Si­jun­jung. Apakah layak untuk tergabung dengan UNES­CO atau tidak,” pa­parnya.

Pihaknya mengatakan hingga kini terus memak­simalkan kriteria penilaian yang dibutuhkan UNESCO nantinya, termasuk dossier dan jurnal interna­sional tentang keunikan Geopark Silokek.

Sebelumnya, Geopark Silokek dengan luas 130.000 hektare itu sejak tahun 2022 telah masuk nominasi un­tuk diusulkan ke UNESCO dan tergabung ke UGG. “Alhamdulillah di tahun ini kita benar-benar menda­patkan tiket nasional untuk diusulkan ke UNESCO,” terangnya.

Hadirnya Geopark Ra­nah Minang Silokek menja­dikan ikon bagi Kabupaten Sijunjung. Sebuah destinasi yang terkonsep dan terin­tegrasi dengan pemba­ngunan daerah dalam jang­ka panjang.

Sejak dicanangkan pa­da tahun 2018 lalu, Pemkab Sijunjung menargetkan Geopark Silokek bukan ha­nya sekedar destinasi wi­sa­ta musiman. Namun, se­ba­gai konsep pembangu­nan Kabupaten Sijunjung yang diakui nasional hing­ga dunia.

“Perlahan Geopark Silo­kek terus berbenah, kita lakukan pembangunan yang berkelanjutan, hingga kini dinilai layak untuk diusulkan ke UNESCO,” sebutnya.

Dijelaskannya, Geo­park Silokek mempunyai formasi geologi unik yang terbentuk dari batu-batuan kuno yang telah menga­lami proses selama ribuan tahun.

Formasi geologi alami itu menghasilkan peman­dangan alam yang menak­jubkan, seperti tebing-te­bing tinggi, ngarai-ngarai curam, dan sungai bawah tanah. Wilayah tersebut dikembangkan dalam tiga pilar utama, yaitu edukasi, konservasi dan pengem­bangan ekonomi lokal.

Selain itu, Geopark Silo­kek juga didukung oleh destinasi budaya, kuliner dan ekonomi kreatif yang menjunjung tinggi kearifan lokal. Bahkan, seluruh des­tinasi di Kabupaten Sijun­jung telah terintegrasi de­ngan Geopark Ranah Mi­nang Silokek. (ndo)