BERITA UTAMA

Ditugasi Presiden Berkantor di Papua, Gibran: Saya Bisa Bekerja di Mana Saja

0
×

Ditugasi Presiden Berkantor di Papua, Gibran: Saya Bisa Bekerja di Mana Saja

Sebarkan artikel ini
WAWANCARA— Wakil Presiden Gibran Rakabuming menjawab pertanyaan wartawan.

JAKARTA, METRO–Kabar penugasan Presiden Prabowo Subianto kepada Wapres Gibran Rakabu­ming untuk berkantor di Papua jadi perbin­ca­ngan publik. Gibran mengaku siap menjalankan tugas itu. Dia mengatakan bersedia berkantor di mana pun.

Jawaban tersebut di­sam­paikan Gibran di sela kunjungan kerja meninjau Central Lurik di Desa Mle­se, Kabupaten Klaten, Ja­wa Tengah (9/7). Putra su­lung Joko Widodo (Jokowi) itu mengatakan penuga­san Presiden kepada Wap­res untuk mengawal pem­bangunan Papua bukan hal baru. Dia mengungkapkan penugasan serupa juga pernah dijalankan Wapres Ma’ruf Amin, atas penu­gasan Presiden Jokowi.

Bahkan dalam men­jalankan tugas tersebut, Ma’ruf Amin sempat ber­kantor sekitar satu pekan di Papua. Selama di sana, Ma’ruf menerima laporan soal pembangunan Papua dari berbagai elemen ma­syarakat Papua. Termasuk juga mengunjungi sejum­lah daerah di Papua.

Gibran menegaskan di­rinya sebagai pembantu Presiden, siap ditugaskan di mana pun dan kapan pun. Informasi sebelum­nya, pe­nu­gasan mengawal pem­bangunan Papua itu bakal tertuang dalam Kep­pres. “Misalnya Keppres-nya be­lum keluar, kami siap,” kata mantan Wa­likota Solo itu.

Dia juga mengatakan selama ini sering menu­gaskan staf di kantor Sek­retariat Wakil Presiden (Set­wapres) untuk terjun ke Papua. Misalnya untuk me­nyalurkan bantuan laptop penunjang pendidikan, dan lainnya. Jadi dia mene­gas­kan penugasan dari Presi­den untuk Wapres menga­wal Papua bukan hal baru.

Soal teknis apakah nanti boyongan kantor ke Papua, Gibran mengatakan siap bekerja dimana saja. “(Bisa bekerja) di Kebon Sirih (Istana Wakil Presiden), di IKN kalau Desember nanti sudah siap, di Papua, atau bahkan di Klaten,” katanya.

Dia mengatakan seba­gai pembantu Presiden harus sering keliling dae­rah. Untuk berinteraksi de­ngan masyarakat. Khusus­nya para pelaku usaha, petani, pedagang, dan lain­nya. Supaya bisa menge­tahui secara langsung ma­salah yang dihadapi ma­syarakat. Kemudian men­carikan solusinya. (jpg)