METRO BISNIS

Polda Sumbar Komit Wujudkan Ketahanan Pangan, Cetak Rekor MURI dengan Penanaman 500 Hektare Jagung

0
×

Polda Sumbar Komit Wujudkan Ketahanan Pangan, Cetak Rekor MURI dengan Penanaman 500 Hektare Jagung

Sebarkan artikel ini
TANAM JAGUNG—Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta bersama Forkopimda menyaksikan personel Bhabiinkamtibmas menanam jagung di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah.

PADANG, METRO–Akselerasi program ketahanan pangan nasional, Polda Sumbar kembali me­laksanakan penanaman jagung serentak kuartal III di lahan perhutanan sosial di Kampung Tangah, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Rabu (9/7).

Kegiatan penanaman jagung serentak ini dipim­pin langsung oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta dan dihadiri Forkopimda Sumbar. Selain Polda Sumbar, penanaman jagung juga turut dilaksa­nakan oleh jajaran Polres-Polres di Sumbar.

Penanaman jagung se­rentak ini melibatkan personel kepolisian dari ber­bagai satuan, pemerintah daerah, serta masyarakat sekitar. Luas lahan yang digunakan saat ini sudah ratusan hektare, dengan target panen dalam bebe­rapa bulan ke depan.

Pada saat memberikan kata sambutan, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta mengatakan, ke­giatan penanaman jagung ini merupakan salah satu upaya Polri untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam hal swasembada pangan.

“Melalui program ini, kami mendorong masya­rakat dan aktif untuk memanfaatkan lahan-lahan tidur menjadi lahan produktif. Kita bersinergi dengan masyarakat dan Pemda. Mulai dari penca­rian lahan, pembibitan, pe­nanaman, perawatan, hingga jaminan penyerapan hasil panen,” kata Irjen Pol Gatot.

Irjen Pol Gatot menjelaskan, sampai saat ini, luas lahan yang dikelola oleh Polda Sumbar dan jajaran mencapai 616 hektare. Sedangkan yang sudah ditanam jagung sebanyak  597 hektare. Pada kuartal I dan II, hasil panen jagung mencapai 926 ton.

“Untuk penanaman hari ini, panen akan dilakukan empat bulan mendatang.  Kami mengharapkan, penanaman jagung ini tidak hanya bertujuan me­ningkatkan produksi pa­ngan, tetapi juga menciptakan lingkungan masya­rakat yang produktif dan sejahtera,” tegasnya.

Selain itu, kata Irjen Pol Gatot, pada 24 Juli mendatang, pihaknya akan kembali memecahkan rekor Museum Rekor Inde­nesia (MURI) dengan melakukan penanaman jagung terbanyak di Provinsi Sumbar yakni di lahan seluas 500 hektare.

“Selanjutnya, di akhir Agustus, akan ada penanaman di lahan seluas 3.000 hektare yang merupakan komitmen bersama saya selaku Kapolda dengan para Kapolres, Bupati, Wali Kota, dan Kepala Dinas Pertanian se-Sumbar. Untuk mewujudkannya, kita menjalin kerja sama de­ngan PT MAT (Mekar Agri­pin Teknologi),” tutur dia.

Menurut Irjen Pol Gatot, kerjasama ini akan memastikan masyarakat yang memiliki lahan akan mendapatkan dukungan penuh, mulai bibit, pupuk, hingga alat berat untuk pembukaan lahan. Sehingga, dengan komitmen ini, ia menargetkan ketahanan pangan di Sumbar tidak hanya untuk lokal, melainkan menjadi penyangga bagi provinsi terdekat.

“Saat ini konsumsi jagung didominasi untuk pakan ternak karena adanya pabrik pakan ternak. Ke depan, saya menginginkan pemanfaatan jagung da­pat dimaksimalkan tidak hanya untuk pakan ternak. De­ngan begitu,  potensi untuk lahan jagung mudah-mu­dahan kita bisa mencapai apa yang diharapkan pemerintah,” kata dia.

Untuk menyukseskan ketahanan pangan ini, Irjen pol Gatot mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong-royong, sehingga apa yang menjadi program pemerintah di Sumbar bisa terwujud dan sukses. Segala kendala maupun persoalan pasti akan tuntas dengan de­ngan kemauan dan tekad yang kuat serta kerjasama yang solid.

“Saya mengharapkan pencana pemecahan rekor MURI penanaman jagung terbanyak ini bisa mnenjadi pemicu semangat bagi Polda-Polda lain di Indonesia. Ke depan, saya juga sudah memiliki ide memecahkan rekor MURI pe­ngolahan jagung terba­nyak. Saya ingin mengha­rumkan nama Sumbar  di tingkat nasional dan bisa menjadi contoh bagi provinsi lain,” ujar dia.

Terpisah, Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Ferdinal Asmin mengatakan, Menteri Kehutanan RI su­dah memberikan atensi kepada semua jajaran untuk mendukung ketahanan pangan dengan menyediakan lahan hutan untuk sumber pangan, energi dan air.

“Dalam hal ini, Polri mendukung program swa­sembada pangan, dalam komoditi jagung. Seperti di Grobogan, wilayah hutan diberikan hak kelolanya kepada masyarakat yang dimungkinkan untuk me­nanam jagung,” ungkap Ferdinal.

Di Sumbar, ungkap dia, yang indikatif, sudah ada sekitar 5 ribu hektare yang akan diberikan hak kelolanya kepada masyarakat. Namun pihaknya akan me­ngecek kembali, untuk me­nyesuaikannya lahan hutan yang akan dikelola dengan komoditi jagung.

“Apalagi nanti lahan terlalu jauh dari permukiman, tentu akan menyulitkan dalam pemeliharaan dan perawatan. Kita tidak ingin, Polri sudah berniat penanaman jagung, tentu harus berhasil dan pemeliharaannya juga harus mak­simal. Kita akan berkoordinasi dengan dinas pertanian-pertanian, Lahannya ada di Agam, Solok dan Sijunjung,” tutupnya. (rgr)