METRO BISNIS

Listrik untuk Rakyat, PLN Dorong Hilirisasi Gabah di Pasaman

0
×

Listrik untuk Rakyat, PLN Dorong Hilirisasi Gabah di Pasaman

Sebarkan artikel ini
FORUM—PT PLN (Persero) UP3 Bukittinggi menggelar forum peningkatan ketahanan pangan dan huller listrik.

PASAMAN, METRO–PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pe­langgan (UP3) Bukittinggi bersama Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Pasaman menggelar Forum Peningkatan Ketahanan Pangan dan Huller Listrik.

Acara yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Perikanan dan Pangan Pasaman ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pengusaha Huller, mitra perbankan, serta tim PLN dan Electricity Service.

Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan energi listrik yang andal dan efisien untuk pengolahan gabah di tingkat lokal.

Sebagai wujud nyata dari semangat “Listrik untuk Rakyat”, forum ini men­dorong kolaborasi an­tara PLN, pemerintah dae­rah, dan pelaku usaha da­lam meningkatkan kapasitas produksi dan hilirisasi sektor pertanian.

Konversi penggunaan BBM ke listrik pada unit penggilingan padi (Huller) diharapkan dapat menurunkan biaya operasional dan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian masyarakat.

Manager PLN UP3 Bukittinggi, Rudi Hamiri, menyampaikan bahwa PLN akan terus mendampingi proses transisi energi di sektor pertanian ini, mulai dari penyediaan infrastruktur kelistrikan hingga fasilitasi pembiayaan melalui sinergi bersama Bank Nagari dan PLN Electricity Service.

“Kami optimis, sinergi ini bisa mempercepat mo­dernisasi sektor pertanian dan meningkatkan kapasitas produksi lokal secara berkelanjutan,” ujar Rudi.

Sementara itu Gene­ral Manager PLN UID Sumatera Barat, Ajrun Karim, menegaskan bahwa kehadiran PLN merupakan ba­gian dari komitmen nyata dalam mendukung pembangunan daerah dan ke­se­jah­te­raan masyarakat.

“Forum ini bukan sekadar diskusi, tapi langkah awal untuk membangun perubahan yang berdampak. PLN siap menghadirkan kemudahan akses listrik agar petani dan pe­ngusaha bisa tumbuh bersama,” tegas Ajrun.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Pa­ngan Pasaman, Dwi Richie JP, S.Pi, M.Si, menyampaikan bahwa Kabupaten Pasaman memiliki potensi besar dengan 486 unit Huller yang tersebar, baik mi­lik pribadi maupun kelompok tani. Namun kapasitas produksi yang terbatas menyebabkan gabah lebih banyak dijual ke luar dae­rah tanpa diolah menjadi beras.

“Dengan potensi gabah yang besar sebagai penghasil gabah nomor tiga di Sumatera Barat, maka konversi ke Huller listrik menjadi strategi penting untuk mendorong hilirisasi dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Dwi Richie.

Sebagai langkah awal implementasi, forum ini turut dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tiga pihak antara PLN, PLN Electricity Service, dan dua pe­laku usaha Huller yaitu Huller Abdul Maulud dan Huller Simatorkis. Komitmen ini menjadi tonggak awal dalam peralihan penggu­naan energi dari BBM ke listrik di sektor pertanian Kabupaten Pasaman.

PLN percaya bahwa transformasi energi yang tepat sasaran akan menjadi pemantik produktivitas, mendorong hilirisasi pertanian, serta memperkuat kemandirian pangan dae­rah. (rel/rgr)