BERITA UTAMA

67 Tahun Pengambilalihan dari Pemerintah Belanda, PT Semen Padang Optimis Rebut Kembali Kepercayaan Pasar dan Kejayaan 

0
×

67 Tahun Pengambilalihan dari Pemerintah Belanda, PT Semen Padang Optimis Rebut Kembali Kepercayaan Pasar dan Kejayaan 

Sebarkan artikel ini
UPACARA 67 TAHUN NASIONALISASI— Plt Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari, Direktur Keuangan Oktoweri, Komisaris Khairul Jasmi dan Werry Darta Taifur, melakukan pemtongan kue HUT dan pelepasan balon berisi 2 vandel berhadial total 100 zak semen, saat upacara 67 tahun Nasionalisasi PT Semen Padang dari tangan Belanda, di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, Senin (7/7) pagi.

PADANG, METRO–PT Semen Padang memperingati 67 tahun pengambilalihan PT Semen Padang dari tangan pemerintah Belanda yang jatuh pada Sabtu (5/7). Momen bersejarah ini ditandai dengan upacara bendera yang dipimpin langsung Plt Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, Senin (7/7) pagi.

Hadir pada upacara itu Direktur Keuangan Oktoweri, jajaran Komisaris, Penasehat dan Pengurus FKIKSP, Staf Pimpinan PT Semen Padang, Staf Pimpinan APLP, Karyawan/Karyawati PT Semen Padang dan Semen Padang Grup.

Menurut Pri Gustari, pengambilialihan PT Semen Padang menandai pengelolaan semua perusahaan Belanda atau asing di Indonesia, diserahkan kepada putri-putri Indonesia. Dengan dilakukannya nasionalisasi seluruh kepentingan ekonomi Belanda diambilalih dan ditempatkan langsung di bawah pengelolaan pemerintah RI, sebagai perusahaan negara, termasuk perusahaan di sektor industri seperti pabrik semen Indarung

“Sekarang, momen 67 Tahun Pengambilalihan PT Semen Padang dari Pemerintah Belanda ini, bisa menjadi titik balik bagi Semen Padang ke depan untuk lebih maju, jaya, sukses seperti zaman dulu yang pernah berjaya,” ungkap Pri, yang didampingi Direktur Keuangan dan Umum PT Semen Padang Oktoweri.

Di sisi lain, dengan dikeluarkannya kebijakan transformasi bisnis oleh Semen Indonesia, PT Semen Padang juga telah siap menjalani perubahan. Karena, perusahaan kebanggaan masyarakat Sumbar ini sudah pernah menjalani mulai dari penjualan hingga pengelolaan aset.

Pri juga menyebut, PT Semen Padang optimistis bahwa transformasi model bisnis yang sedang dijalankan perusahaan dapat mengambil peran strategis dan menjadi pusat industri semen, khususnya di wilayah Sumatera.

“Kita yakin, dengan tantangan lebih besar, dan semangat kebersamaan, maka Semen Padang bisa melewati semua tantangan. Apalagi Semen Padang sudah berusia 115 tahun. Sudah melewati berbagai hal, mulai dari perang, nasionalisasi dari tangan Belanda, krisis ekonomi, reformasi, pandemi  Covid-19 hingga sekarang hadir era digital,” ulas Pri.

Pri mengajak seluruh karyawan untuk meninggalkan pola kerja lama, memperkuat kolaborasi lintas unit, meningkatkan produktivitas, dan menjunjung tinggi integritas dalam setiap peran. “Kita tidak bisa hanya menunggu pasar membaik. Kita harus menjadi bagian dari perubahan. Bergerak lebih cepat, solid, dan tangguh,” tegasnya.

Ia juga menyerukan dukungan penuh dari seluruh stakeholder—karyawan, mitra, pelanggan, pemerintah daerah, hingga masyarakat—karena peran Semen Padang tidak hanya sebagai produsen semen, tetapi juga penggerak pembangunan daerah dan nasional.

“Kami butuh dukungan semua pihak agar Semen Padang terus berkontribusi dalam pembangunan negeri, sekaligus menjadi lokomotif ekonomi di Sumatera Barat dan Kawasan Barat Indonesia,” tambahnya.

Sebagai perusahaan semen pertama di Indonesia, PT Semen Padang bukan hanya simbol industri, tetapi juga saksi sejarah perjuangan ekonomi bangsa. Sejak dinasionalisasi pada 1958, perusahaan ini konsisten menjadi pilar kemandirian industri nasional.

“Kita tidak sekadar mewarisi pabrik. Kita mewarisi semangat perlawanan dan kepercayaan bahwa anak bangsa mampu mengelola industri strategis,” ujar Pri.

Kini, sebagai bagian dari SIG (Semen Indonesia Group), PT Semen Padang terus mengambil peran penting dalam pembangunan infrastruktur nasional serta memperkuat perekonomian Sumatera Barat.

Turnaround Towards Excellence

Perjalanan PT Semen Padang sebagai perusahaan semen pertama di Asia Tenggara dan telah berusia 115 tahun atau berusia lebih dari satu abad, tentunya tidak selalu melalui jalan yang mulus. Dinamika yang terjadi dari internal maupun eksternal turut mewarnai. Seluruh insan perusahaan berusaha sekuat tenaga untuk mengembalikan kejayaan perusahaan di tengah ketatnya persaingan industri semen saat ini.

Pri menegaskan bahwa peringatan HUT ke-67 harus menjadi titik balik merebut kembali kejayaan. Ia mengajak seluruh karyawan menjadikan semangat Turnaround Towards Excellence sebagai fondasi perubahan budaya kerja.

“Mari rebut kembali kepercayaan pasar. Bangun kembali kebanggaan. Jadilah perusahaan yang tak hanya tua usia, tapi muda semangat dan besar cita-cita,” serunya.

Ia juga menekankan pentingnya menyeimbangkan kinerja produktif dengan pelestarian lingkungan dan kontribusi sosial. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), lanjutnya, bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri, rekan kerja, dan keluarga.

“Dengan budaya kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan, kita membangun fondasi yang kokoh untuk masa depan perusahaan dan industri ini,” kata Pri.

Apresiasi Karyawan dan Kontribusi Sosial

Usai upacara, perusahaan memberikan penghargaan Employee of the Year 2025 kepada tiga karyawan yang dinilai menunjukkan kinerja unggul dan mencerminkan nilai budaya perusahaan, AKHLAK. Ketiga penerima penghargaan tersebut adalah Alif Yuza, S.TP dari Unit SHE; Depi Putra, ST dari Unit Quality Assurance; dan Roby Wirza, ST dari Unit Pemeliharaan Elins 2.

“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas karakter kuat, loyalitas, dan dedikasi terhadap budaya unggul perusahaan. Selamat kepada para penerima,” ujar Pri saat menyerahkan penghargaan secara simbolis.

Dalam upacara HUT 67 tahun Pengambilalihan PT Semen Padang dari tangan Pemerintah Belanda tersebut, juga ditandai dengan pemotongan kue oleh jajaran komisaris, yakni Khairul Jasmi dan Werry Darta Taifur. Selain itu, juga dilakukan pelepasan balon yang membawa dua vandel berhadiah total 100 zak semen. (ren)