BERITA UTAMA

Diduga Kelelahan Padamkan Kebakaran Lahan, Petani Tewas Tertelungkup di Ladang

0
×

Diduga Kelelahan Padamkan Kebakaran Lahan, Petani Tewas Tertelungkup di Ladang

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI— Warga bersama Polisi mengevakuasi jenazah petani yang ditemukan tertelungkup di ladangnya di Tampuniak Kampung Teluk Betung, Nagari IV Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas.

PESSEL, METRO-Warga di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar kembali dikejutkan dengan penemuan mayat. Penemuan kali ini, di bukit kawasan Tampuniak Kampung Teluk Betung, Nagari IV Koto Hilie, Keca­matan Batang Kapas. Penemuan ini diketahui, Kamis (3/7) sekitar pukul 11.30 WIB.

Korban bernama Eko Siswanto (47) warga Painan Timur, Kecamatan IV Ju­rai, ditemukan dengan po­sisi tertelungkup di atas bukit usai memadamkan api yang membakar ladang miliknya. Usai penemuan mayat itu, warga bersama Polisi langsung menge­vakuasi mayat ke rumah sakit.

Kapolsek Batang Ka­pas, Iptu Borti Rovendra membenarkan adanya insi­den petani terwas di la­dangnya. Menurut Iptu Borti, korban diduga me­ninggal dunia akibat kele­lahan disertai pusing saat selesai mengambil air un­tuk memadamkan api yang membakar ladangnya.

“Penemuan mayat Eko Siswanto tersebut, berawal saat dua orang petani me­nolong memadamkan api di lokasi ladang korban yang terbakar,” jelas Iptu Borti, Jumat (4/7).

Ditambahkan Iptu Bor­ti, ketika proses pema­da­man, korban pergi me­ngambil air dengan mem­ba­wa ember besar. Namun, saat itu korban tidak mun­cul-muncul lagi ke lokasi awal, hingga api padam dan saksi pun mencari.

“Saat mencari korban, saksi menemukan korban Eko Siswanto dalam kon­disi sudah tidak bernyawa de­ngan posisi telungkup. Re­kan-rekan korban pun di­buat kaget dan langsung me­minta pertolongan ke­pada warga lainnya,” ujar Iptu Borti.

Iptu Borti menam­bah­kan, setelah menerima laporan adanya penemuan pertani yang meninggal di ladangnya, pihaknya lang­sung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan evakuasi terhadap jenazah korban.

“Saat dilakukan peme­riksaan di TKP, tidak dite­mukan adanya tanda-tan­da luka aniaya pada tubuh korban. Keluarga juga m­e­nolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah korban,” tutup dia. (*)