METRO PADANG

Hasilkan 750 Ton Sampah Perhari, Pemko Jajaki Sistem Pengelolaan Sampah Pintar Berbasis IoT dengan Unes

0
×

Hasilkan 750 Ton Sampah Perhari, Pemko Jajaki Sistem Pengelolaan Sampah Pintar Berbasis IoT dengan Unes

Sebarkan artikel ini
PENGELOLAAN SAMPAH TERINTEGRASI— Wako Padang Fadly Amran menerima perwakilan Unes di kediaman resminya, Kamis (3/7). Dalam pertemuan tersebut, Pemko menjajaki potensi kerja sama dengan Unes untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah terintegrasi berbasis IoT.

PADANG, METRO–Pemko Padang menjajaki potensi kerja sama dengan Universitas Eka Sakti (Unes) untuk mengem­bangkan sistem pengelolaan sampah terintegrasi berbasis Internet of Things (IoT). Langkah ini diha­rap­kan menjadi solusi ino­vatif untuk mengatasi tan­ta­ngan sampah di Kota Pa­dang yang kian kompleks.

Wali Kota Padang Fadly Amran menerima langsung perwakilan Unes di kediaman resminya pada Kamis (3/7). Dalam pertemuan tersebut, Fadly Amran menegaskan pentingnya pendekatan cerdas dan sistematis dalam me­na­ngani persoalan sampah.

“Saat ini, kami fokus pada pengendalian sampah terpadu. Kota Padang menghasilkan sekitar 750 ton sampah per hari. Ini angka yang signifikan dan membutuhkan solusi inovatif,” ujar Fadly Amran.

Fadly Amran menjelaskan bahwa berbagai upaya telah Pemko Padang lakukan untuk mengurangi volume sampah. Program-pro­gram seperti Bank Sam­pah, budidaya maggot untuk limbah organik, dan dorongan kepada ASN untuk menjadi nasabah Bank Sampah telah berjalan.

Namun, ia mengakui bahwa upaya tersebut belum optimal. “Kami butuh pendekatan yang lebih pintar dan modern, termasuk edukasi masyarakat agar memilah sampah sebelum diserahkan kepada Lembaga Pengelola Sampah (LPS).­ Inilah konsep smart waste management yang kami dorong,” jelasnya.

Selain digitalisasi, Fadly Amran menekankan pen­tingnya edukasi langsung kepada masyarakat. Ke depan, Pemko Padang berencana menggencarkan program pemilahan sampah melalui lomba-lomba berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, RT/RW, hingga masyarakat umum.

“Kami juga berencana membangun TPS 3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle), fasilitas RDF (Refuse-Derived Fuel), serta menambah armada becak motor (bentor) untuk mendukung distribusi sampah dari permukiman ke TPS,” tambahnya.

Sekretaris Lembaga Pe­nelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unes memaparkan bahwa sistem pengelolaan sampah berbasis IoT yang mereka tawarkan merupakan sistem digital terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Dengan sistem ini, kami dapat memantau aktivitas masyarakat, mulai dari proses pemilahan sampah, penjemputan, pengiriman ke bank sampah, hingga pencatatan data secara otomatis. Semuanya terpantau melalui satu aplikasi digital yang juga berfungsi sebagai sarana edukasi,” terangnya.

Aplikasi ini juga memungkinkan pelacakan data secara real time mengenai volume sampah yang dikelola, jumlah nasabah bank sampah, serta memantau efektivitas pengumpulan dan pemilahan sampah.

“Melalui sistem ini, ka­mi ingin mengintegrasikan pengelolaan sampah mulai dari rumah tangga, bank sampah, LPS, hingga ke TPS dan TPA. Ini merupakan kontribusi Unes dalam mendukung implementasi Smart City di Kota Pa­dang,” pungkasnya. (ren)