BERITA UTAMA

Hilang Digulung Ombak di Pantai Sumedang, Pelajar asal Kerinci Ditemukan Mengapung Tak Bernyawa

0
×

Hilang Digulung Ombak di Pantai Sumedang, Pelajar asal Kerinci Ditemukan Mengapung Tak Bernyawa

Sebarkan artikel ini
DITEMUKAN— Jenazah pelajar asal Kerinci yang tewas tenggelam di Pantai Sumedang, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pessel, dievakuasi oleh Tim SAR gabungan.

PESSEL, METRO–Hilang tenggelam akibat dihantam ombak tinggi saat mandi-mandi, seorang pelajar asal Kerinci, Provinsi Jambi, berhasil ditemukan Tim SAR gabungan di kawasan Pantai Sumedang, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Senin (30/6) sekitar pukul 14.00 WIB.

Sayangnya saat dite­mukan, korban bernama Arif (17) kondisinya sudah mengapung tak bernyawa. Jenazah korban se­lan­jut­nya dievakuasi oleh Tim SAR gabungan dari pantai dan dibawa ke Puskesmas Balai Salasa. Setelah diber­sihkan, jenazah korban di­serahkan kepada pihak ke­luarga untuk dike­bu­mikan.

Kalaksa BPBD Pessel, Yuskardi membenarkan jika pelajar yang hilang pada Minggu (29/6) sudah berhasil diemukan. Menu­rutnya, korban sudah die­va­kuasi dan dibawa ke Puskesmas untuk pena­nganan lebih lanjut.

“Arif ditemukan oleh para nelayan bersama Tim SAR, dan Arif ditemukan dalam kondisi mengapung dipermukaan laut sekitar 200 meter dari titik terakhir ia tenggelam. Korban kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi dari pantai,” ungkapnya.

Koordinator Unit Siaga SAR Pesisir Selatan, Wah­yu Hidayat menyampaikan, peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (29/6) sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, korban bersama tiga rekannya tengah berenang di pantai, namun tiba-tiba terseret ombak.

“Tiga orang temannya berhasil selamat, sedangkan Arif hilang terbawa arus. Usai kejadian, pencarian awal dilakukan oleh keluarga korban dan ma­sya­rakat setempat, namun ha­silnya nihil,” ujar Wahyu,.

Dijelaskan Wahyu, Operasi SAR gabungan secara resmi dimulai pada Senin pagi pukul 07.00 WIB. Tim dibagi menjadi tiga ke­lompok, dengan Tim 1 me­lakukan penyisiran di permukaan laut seluas 3 nautical mile persegi di sekitar lokasi kejadian, dan Tim 2 serta Tim 3 menyisir sepanjang bibir pantai sejauh 3 kilometer.

“Pada pukul 14.00 WIB, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 200 meter dari lokasi kejadian ke arah barat, di titik koordinat 1º48’263S – 100º46’233E. Jenazah langsung dieva­kuasi ke Puskesmas Balai Selasa untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut,” tutur dia.

Wahyu mengungkapkan, operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Unit Siaga SAR Pesisir Selatan sebanyak 4 personel, Koramil 2 orang, Polsek Ranah Pesisir 2 orang, BPBD Pesisir Selatan 2 orang, pihak Kecamatan Ranah Pesisir 5 orang, pihak Nagari Nyiur Melambai 5 orang, serta sekitar 20 warga ma­sya­rakat setempat.

“Adapun peralatan SAR yang dikerahkan meliputi rescue truck, LCR (perahu karet), peralatan SAR air, peralatan medis, peralatan komunikasi, serta perlengkapan SAR lainnya. Setelah korban ditemukan, seluruh unsur SAR melakukan briefing pada pukul 14.30 WIB dan operasi SAR dinyatakan resmi ditutup,” tukasnya. (rio)