ADINEGORO, METRO – Calon anggota DPR RI Dapil Sumbar 1 dari PDI Perjuangan, Ir H Rizaldi Algamar meminta warga di Sumbar berpartisipasi pada Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 17 April 2019.
“Kita mengajak kepada seluruh warga di Sumbar yang mempunyai hak pilih mari kita sukseskan pemilu dengan berpartisipasi di TPS, tidak golput gunakan hak pilihnya sesuai pilihan politiknya. Sesuai dengan hak konstitusinya sebagai warga negara untuk memilih presiden dan wakil presiden, anggota DPR, DPD, DPRD yang jujur dan layak dipercaya,” ucap Rizaldi dalam perbincangannya di Padang, Jumat (12/4).
Menurut Ketua KNPI Sumbar periode 1991-1994 ini, menggunakan hak pilih dalam pemilu merupakan salah satu pengamalan Pancasila terutama sila keempat yang berbunyi, “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”. Ini artinya masyarakat yang bijaksana mampu menyelesaikan suatu masalah dengan musyawarah.
Menurut Rizaldi, masyarakat Sumbar yang dikenal dengan sikap egaliter dan demokratisnya mesti menggunakan hak pilihnya dengan baik. ”Sekali lagi jangan ada yang golongan putih (golput),” ujarnya.
Menurutnya, memilih untuk menjadi golput sama artinya dengan bersikap menyerah. Itu adalah bentuk sikap apatis terhadap nasib bangsa ini ke depan.
Idealnya setiap pemilu, terutama Pemilu 2019 dilaksanakan secara demokratis, berkala, bebas, jujur, adil, dan damai bila didukung juga oleh berbagai faktor. Diantaranya tegaknya keterwakilan terhadap pemimpin, akuntabilitas, tingginya kepercayaan publik, tercapainya kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Khusus caleg DPR RI, katanya, dia berharap masyarakat yang menpunyai hak pilih harus cerdas menentukan pilihan, jangan sampai salah pilih. Yang dipilih tentunya anak Minang yang sudah berbuat dan mengabdi untuk daerah, jujur dan punya track record yang baik.
Rizaldi juga mengajak masyarakat setempat tetap menjaga persaudaraan dan persatuan. Jangan ada perpecahan karena masalah politik. Dia juga mengimbau bagai mereka yang punya hak pilih tidak saling menyerang hanya karena berbeda pilihan.
”Mari kita junjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika dan persaudaraan yang telah ditanamkan dalam Alquran sebagaimana yang diajarkan dalam agama Islam,” katanya. (r)





