PADANG, METRO–PT Menara Agung, selaku main dealer sepeda motor Honda di wilayah Sumatra Barat, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi dengan menerima kunjungan industri dari SMKN 2 Batusangkar. Kunjungan ini menjadi langkah awal menjalin sinergi antara dunia pendidikan dan industri otomotif.
Dalam kunjungan tersebut, puluhan siswa jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat proses kerja dan budaya industri di lingkungan kerja profesional Honda.
Albert Haslim, Technical Service Division Manager PT Menara Agung, menyambut baik inisiatif kunjungan ini sebagai bentuk pembelajaran luar kelas yang sangat penting untuk meningkatkan kesiapan siswa menghadapi dunia kerja.
“Kami sangat terbuka untuk kunjungan seperti ini. Kami percaya bahwa semangat berbagi ilmu dan pengalaman kepada generasi muda adalah bagian dari tanggung jawab industri. Dengan mengenalkan langsung proses kerja dan standar pelayanan Honda, kami ingin mendorong semangat belajar siswa dan memberi gambaran nyata tentang dunia kerja,” jelas Albert.
Kegiatan dimulai dengan pemaparan mengenai profil PT Menara Agung dan pengenalan budaya kerja industri oleh Rudi Arfandi, Training Analyst PT Menara Agung. Peserta diberikan pembekalan terkait etika industri sebelum memasuki area teknis bengkel AHASS.
Para siswa kemudian diajak berkeliling melihat langsung alur layanan purna jual Honda, dimulai dari Pos Satpam sebagai titik awal pengambilan nomor antrian, berlanjut ke area Service Advisor untuk proses pemeriksaan awal, hingga ke area bengkel utama tempat proses servis berlangsung.
“Kami ingin siswa tidak hanya melihat, tetapi juga memahami proses kerja mulai dari unit sepeda motor masuk hingga selesai diservis. Harapannya, pengalaman ini bisa menambah wawasan teknis dan juga memperkuat karakter industri mereka,” terang Rudi.
Melalui kegiatan ini, PT Menara Agung terus menunjukkan konsistensinya dalam mendukung pendidikan vokasi, sekaligus membuka ruang sinergi baru demi mencetak SDM yang unggul dan siap kerja di industri otomotif. (rgr)






