AIEPACAH, METRO–Pemerintah Kota (Pemko) Padang menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kajian Evaluasi 100 Hari Kinerja Pemerintah Kota Padang di Ruang Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Aia Pacah, Jumat (20/6).
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Pemko Padang dalam mengevaluasi program-program awal kepemimpinan Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir, sekaligus menyerap aspirasi dan kritik membangun dari berbagai elemen.
FGD ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir. Turut hadir para kepala OPD, akademisi, dan Tim Percepatan Pembangunan, menciptakan forum diskusi yang komprehensif dan inklusif.
Dalam sambutannya, Wali Kota Fadly Amran menegaskan pentingnya proses evaluasi ini sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pemerintahan. “Evaluasi ini bukan audit, riset atau inspeksi. Tetapi refleksi jujur terhadap apa yang sudah kita kerjakan. Masukan dari semua pihak akan menjadi bahan perbaikan dan penyempurnaan ke depan,” ujar Fadly Amran.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintahan yang efektif harus berlandaskan data dan kebutuhan nyata masyarakat. “Kami ingin menghadirkan pemerintahan yang responsif dan tanggap, serta memprioritaskan pelayanan publik yang berkualitas, pembangunan yang merata, dan inovasi menuju Padang sebagai kota yang pintar dan sehat. Dan itu semua membutuhkan data dan feedback dari mayarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Fadly Amran menyoroti pentingnya komunikasi publik sejak awal terhadap setiap program unggulan yang dirancang pemerintah. “Program unggulan yang masih tahap perencanaan, agar dari jauh-jauh hari kita sosialisasikan, sehingga pada saat pelaksanaan masyarakat bisa mendapatkan manfaat secara maksimal,” tegasnya.
Pemko Padang berkomitmen untuk menjadikan hasil FGD ini sebagai dasar dalam perumusan kebijakan dan langkah strategis ke depan, guna mewujudkan pemerintahan yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada kemajuan daerah.
Ketua Tim Peneliti Kajian dan Evaluasi 100 Hari Kinerja Pemerintah Kota Padang, Prof Asrinaldi, mengutarakan bahwa FGD ini bertujuan untuk mengevaluasi 100 hari pelaksanaan kinerja, utamanya Program Unggulan (Progul), dan bisa menjadi dasar perencanaan kebijakan ke depan.
“Kita mengambil data dari apa yang dilihat, dirasakan dan dialami masyarakat Kota Padang terhadap kinerja Pemerintah Kota (Pemko) Padang. Dan harapannya bisa menjadi salah satu rujukan perbaikan dan peningkatan pelayanan masyarakat ke depannya,” beber Profesor Ilmu Politik Universitas Andalas ini.
Tingkat Kepuasaan Warga
Sementara itu, warga Kota Padang menunjukkan kepuasan atas kinerja Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Padang dalam periode 100 hari kerja kepemimpinannya.
Hal itu diketahui dari survei yang dilakukan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas (Unand). Hasil survei dipaparkan Prof. Dr Asrinaldi.
Survei dilakukan mengambil dua responden berbeda, pertama responden acak dari warga Kota Padang sebanyak 640 orang dari 11 kecamatan. Responden kedua adalah responden ahli yang berjumlah 100 orang yang berasal dari akademisi dan peneliti (15 orang), tokoh masyarakat & agama (20 orang), pimpinan ormas & LSM (10 orang), pelaku dunia usaha (10 orang), tenaga profesional (10 orang) jurnalis dan media lokal (5 orang), anggota DPRD/politisi partai politik (10 orang), serta pemuda dan mahasiswa (10 orang).
“Untuk responden warga, sebanyak 79,7 persen menunjukkan kepuasan (puas – sangat puas) dengan kinerja wali kota dan wakil wali kota. Sementara 17,5 persen kurang puas dan 3,8 persen lain tidak puas,” kata Asrinaldi.
Sementara untuk responden ahli ditunjukkan kepuasan yang lebih tinggi, yaitu 86 persen (puas – sangat puas). Sisanya, 12 persen kurang puas dan 2 persen lain sangat tidak puas.
Kepuasan juga ditunjukkan warga terhadap kinerja Pemko Padang dengan tingkat kepuasan 77,4 persen (puas – sangat puas). Sementara 19,2 persen kurang puas dan 3,4 persen tidak puas.
“Untuk responden ahli, 67 persen puas dan sangat puas. Sementara 29 persen kurang puas dan 4 persen tidak puas,” ujarnya.
Wali Kota Padang, Fadly Amran yang secara resmi membuka kegiatan FGD itu menyebut bahwa survei yang dilakukan murni akademis dan riset serta dapat dijadikan acuan untuk perbaikan dalam pembangunan Kota Padang ke depan.
“100 hari kemarin baru memanaskan mesin. Ke depan saya akan meminta seluruh OPD untuk bekerja lebih keras demi mewujudkan visi misi dan progul yang sudah disusun,” terangnya dalam FGD yang diikuti seluruh OPD di Lingkungan Pemko Padang itu. (ren)






