METRO SUMBAR

Allex: Wujudkan Padang Panjang sebagai Pionir ETPD di Sumbar

1
×

Allex: Wujudkan Padang Panjang sebagai Pionir ETPD di Sumbar

Sebarkan artikel ini
HIGH LEVEL MEETING— Wawako Padangpanjang saat membuka High Level Meeting HLM Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Padang Panjang, Jumat (20/6) , di ruang VIP Balai Kota.

PDG. PANJANG, METRO–Wakil Wali Kota Allex Saputra, mendorong seluruh pemangku kepenti­ngan menjadikan kota ini sebagai pionir Elektro­nifi­kasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Suma­tera Barat.  Hal tersebut dikemukakannya saat mem­buka High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Padang Panjang, Jumat (20/6), di ruang VIP Balai Kota.

Menurutnya, ETPD bukan lagi sekadar tren, melainkan sebuah kenisca­yaan dalam tata kelola pemerintahan modern. Melalui digitalisasi, Allex me­nyebutkan, efisiensi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah akan me­ningkat, kebocoran anggaran dapat diminimalisir, serta inklusi keuangan ma­syarakat semakin luas. “HLM ini harus menghasilkan rumusan yang kon­kret, terukur, dan bisa se­gera diimplementasikan,” tegasnya.Allex juga me­nyoroti transformasi digital yang terus berkembang di Padang Panjang.  Sejumlah langkah telah dilakukan, seperti pelaksanaan HLM dan Smart City secara berkala, koordinasi aktif di berbagai forum nasional dan regional, peningkatan kapasitas ASN serta pe­laku UMKM, hingga program cashback PBB-P2 via QRIS melalui inisiatif “Qristalisasi Kota”.

Pemko Padang Panjang, lanjutnya, telah me­ngimplementasikan e-retribusi, e-katalog lokal, serta memperluas jaringan internet hingga ke seluruh wi­layah kota agar bebas dari blind spot.  “Penggunaan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) juga terus dioptimalkan,” ujarnya.

Arah kebijakan ke de­pan, lanjut Allex, difokuskan pada optimalisasi regulasi yang ada. Ini mencakup dorongan terhadap transaksi keuangan Pemda yang sepenuhnya nontu­nai, kewajiban pembayaran pajak dan retribusi daerah secara digital, hingga pemberian insentif kepada UMKM yang masuk ke dalam ekosistem digital.

Allex juga menekankan pentingnya peran Bank Nagari sebagai bank dae­rah dalam mendukung sistem ETPD.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Dandy Indarto Seno, menyampaikan, digitalisasi transaksi Pemerintah Daerah merupakan bagian integral dari strategi mencapai pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen hingga 2029.

Dia menyebut target ini tidak ringan, mengingat tantangan global yang semakin kompleks. Menjawab tantangan tersebut, lanjut Dandy, dibutuhkan penguatan investasi, pe­ningkatan ekspor, dan pe­ngembangan ekonomi digital.  “Digitalisasi menciptakan efisiensi, memper­kuat tata kelola pemerintahan, dan menjadi katalisator sektor unggulan da­erah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPKD, Winarno menyampaikan, Pemko berperan aktif mendukung kebijakan ETPD melalui evaluasi ber­kala dan pelaksanaan HLM sebagai forum antarperangkat daerah.  Salah satu fokusnya, mengintegrasikan digitalisasi dalam pe­layanan keuangan daerah.

Winarno juga mengutarakan pentingnya koordinasi antara pusat dan dae­rah. Padang Panjang, sebutnya, turut berpartisipasi pada Rakornas TP2DD 2024 yang mengangkat tema “Digitalisasi Pemda untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Nasional”.  “Kolaborasi antara Pemda dan Pemprov terus di­perkuat untuk mewujudkan pelayanan publik yang le­bih transparan, efisien, dan adaptif terhadap era digital,” imbuhnya. Turut ha­dir, pejabat Pemko terkait, Kepala OPD, stakeholder perbankan, pelaku UMKM, akademisi dan undangan lainnya. (rmd)