PAYAKUMBUH/50 KOTA

Lapas Kelas IIB Tanjung Pati Dukung Asta Cita Presiden

0
×

Lapas Kelas IIB Tanjung Pati Dukung Asta Cita Presiden

Sebarkan artikel ini
KETERAMPILAN WARGA BINAAN— Sejumlah Warga Binaan Lapas Kelas IIB Tanjung Pati, melakukan pembuatan kerajinan untuk peningkatan kapasitas dan keterampilan warga binaan sebagai bekal yang berguna dalam proses reintegrasi sosial saat kembali ke tengah masyarakat.

PAYAKUMBUH, METRO –Lembaga Pemasya­rakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung Pati terus berkomitmen memberikan pem­binaan keterampilan kepada warga binaan sebagai bentuk nyata dukungan terhadap Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta program akse­lerasi yang dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Pembinaan ini tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter, tetapi juga pada peningkatan kapasitas dan keterampilan warga binaan sebagai bekal yang berguna dalam proses reintegrasi sosial saat kembali ke te­ngah masyarakat. Saat ini, warga binaan aktif me­ngikuti pelatihan keterampilan seperti pembuatan cincin dan gelang dari tempurung kelapa, bunga dari plastik bekas, serta tas dan kotak tisu dari kertas koran daur ulang.

Sebagai langkah lanjutan dan untuk memberikan legalitas serta nilai tambah pada keteram­pilan yang diperoleh, Lapas Tanjung Pati berencana menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Payakumbuh dalam me­nyelenggarakan pelatihan bersertifikat. Adapun pe­latihan yang direncanakan meliputi bidang pertuka­ngan, bakery, barbershop, dan barista.

Dengan bekal keterampilan tersebut, diharapkan warga binaan mampu menciptakan lapangan pekerjaan secara mandiri, menjadi pribadi yang pro­duktif, serta tidak kembali pada perbuatan yang melanggar hukum. Lapas Ke­las IIB Tanjung Pati akan terus mendo­rong pembinaan yang bersifat transformatif, demi mewujudkan lembaga pema­sya­rakatan yang humanis, edukatif, dan produktif.

Kepala Lapas Kelas II B Tanjung Pati, Julis Barus melalui Kasi Binapi Giatja menyebutkan bahwa selain bekal Ketrampilan Kecakapan hidup, pihak­nya juga tetap memberikan Pendidikan bagi warga binaan, sehingga mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan meski tengah menjalani hukuman atau Pembinaan.

“Selain ketrampilan Kecakapan hidup, kita juga tetap berikan pendidikan bagi warga Binaan sehingga mereka bisa te­tap melanjutkan pendidikan. Baik berupa pendidikan Paket A, B dan C,” ucap Kalapas melalui Kasi Binapi Giatja, Agung Lestara didampingi Pembina Pengelolaan Kemandirian, Handoko, baru-baru ini.

Agung menjelaskan, saat ini yang menjadi kendala pihaknya adalah memasarkan berbagai hasil kerajinan yang dihasilkan warga Binaan. “Tentu, masalah pemasaran manjadi permasalahan klasik dalam menjual hasil kerajinan Warga Binaan kami disini. Kedepannya tentu kita akan berupaya lebih maksimal dengan menggandeng berbagai pihak untuk memasarkannya,” tutupnya. (uus)