PAUH, METRO–Pemko Padang menunjukkan komitmen serius dan tidak main-main dalam memerangi penyalahgunaan Napza (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) di kalangan remaja.
Dalam kegiatan sosialisasi bahaya Napza yang digelar di Aula Kantor Camat Pauh, Kamis (19/6), Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan sikap tegas Pemko Padang.
“Kejahatan ini tidak boleh dibiarkan tumbuh di tengah kelengahan kita. Kami tidak akan tinggal diam. Jika ada anak yang terlibat tawuran, narkoba, atau pelanggaran moral lainnya, Pemko akan bertindak. Sekolah berhak mengeluarkannya, dan bantuan sosial kepada keluarganya akan dicabut,” tegas Maigus Nasir di hadapan para pemuda.
Komitmen ini, katanya, bukan bentuk hukuman semata, melainkan alarm keras bagi orang tua agar lebih hadir dan bertanggung jawab terhadap anak-anak mereka.
“Negara sudah hadir lewat BPJS gratis, seragam sekolah, bantuan pendidikan. Tapi kalau anak tak diselamatkan di rumah, itu sia-sia. Bantuan hanya berarti jika anak-anak tumbuh dengan benar,” sambungnya.
Mulai tahun ajaran baru nanti, Pemko Padang akan mewajibkan orang tua menandatangani surat pernyataan tentang perilaku anak mereka. Isi surat itu mencakup larangan bagi anak untuk terlibat dalam perbuatan yang melawan hukum, termasuk berada di luar rumah tanpa pengawasan lewat dari jam 10 malam.
Selain sanksi administratif, Pemko juga menggandeng pihak sekolah, puskesmas, dan tokoh masyarakat untuk memperkuat pengawasan sosial. Tak hanya itu, pendekatan edukatif juga diperkuat. Sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN), dokter spesialis kejiwaan, serta tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Padang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Sri Kurniati Yati menyebut kegiatan ini merupakan aspirasi masyarakat dalam Musrenbang 2024 yang kini direalisasikan sebagai bentuk konkret pelayanan.
“Ada 90 pemuda dari seluruh kelurahan se-Kecamatan Pauh yang ikut hari ini. Mereka adalah generasi penerus. Komitmen kami jelas tidak hanya memberi pemahaman, tapi juga membentuk jejaring kepedulian masyarakat terhadap bahaya Napza,” ujar Sri Kurniati.
Pihaknya juga menginstruksikan puskesmas di wilayah Pauh untuk aktif memantau lingkungan dan menyebarkan informasi tentang bahaya Napza secara terus-menerus, terutama di kawasan rentan.
Sementara itu, Sekretaris Camat Pauh David Ferdinand menyampaikan bahwa pihak kecamatan menganggap isu Napza sebagai persoalan darurat yang harus dihadapi dengan langkah nyata, bukan hanya slogan.
“Kita di Kecamatan Pauh tidak mau menunggu kasus terjadi dulu baru bereaksi. Sosialisasi ini adalah bagian dari upaya pencegahan yang terus kita dorong bersama stakeholder, terutama dengan melibatkan pemuda dan lembaga masyarakat,” kata David.
Menurutnya, kecamatan siap memfasilitasi ruang-ruang edukatif dan kolaboratif agar pemuda tidak hanya diberi pemahaman soal bahaya narkoba, tapi juga diberdayakan agar merasa memiliki tanggung jawab terhadap lingkungannya sendiri.
“Kita punya karang taruna, kita punya pemuda masjid, bahkan kelompok seni dan olahraga. Semua bisa dilibatkan agar energi anak-anak muda kita tersalurkan ke arah yang positif,” imbuhnya.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Pauh, Eka Putra, mengajak seluruh pemuda untuk mengambil peran lebih aktif dalam menjaga generasinya sendiri dari bahaya narkoba.
“Anak muda sekarang bukan hanya target, tapi juga garda terdepan. Kita harus jadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Kalau ada teman yang mulai terjerumus, jangan dibiarkan. Rangkul, dampingi, arahkan,” ujar Eka.
Ia juga mengapresiasi Pemko Padang dan Dinas Kesehatan atas pelaksanaan sosialisasi ini. Menurutnya, kegiatan ini bisa menjadi pemicu lahirnya gerakan bersama dari bawah.
“Kami di karang taruna siap menjadi perpanjangan tangan pemerintah, menyebarkan pesan bahaya narkoba ini hingga ke tingkat RW dan pemuda-pemudi kompleks,” tegasnya. (ren)






