SOLOK/SOLSEL

Pemkab Solok Gelar Sosialisasi Anti Korupsi, Upaya Memperkuat Integritas dan Membangun Budaya Anti Korupsi

0
×

Pemkab Solok Gelar Sosialisasi Anti Korupsi, Upaya Memperkuat Integritas dan Membangun Budaya Anti Korupsi

Sebarkan artikel ini
AJAK—Wakil Bupati Solok, Candra mengajak seluruh kepala sekolah dan komite untuk menjadi garda terdepan dalam pencegahan tindak pidana korupsi di lingkungan masing-masing.

SOLOK, METRO–Pemerintah Kabupaten Solok melakukan sosialisasi antikorupsi dan pengendalian gratifikasi yang ditujukan bagi para Kepala Sekolah dan Ketua Komite Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Solok.

Acara ini digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat integritas dan membangun budaya anti korupsi di lingkungan pendidikan, khususnya dalam Penyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Wakil Bupati Solok Candra menegaskan pentingnya peran pendidikan da­lam membentuk karakter dan nilai-nilai integritas sejak dini.

“Sekolah adalah pondasi utama dalam mencetak generasi penerus bangsa yang jujur, bersih, dan bertanggungjawab. Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan bahwa seluruh unsur pendidikan di Kabupaten Solok bebas dari praktik gratifikasi dan penyalahgunaan wewenang,” ujar Wabup H. Candra.

Wakil Bupati Solok, Can­dra mengajak seluruh kepala sekolah dan komite untuk menjadi garda terdepan dalam pencegahan tindak pidana korupsi di lingkungan masing-ma­sing.

Menurutnya, transpa­ransi dan akuntabilitas da­lam pengelolaan dana se­kolah serta kerja sama yang sehat antara sekolah dan komite menjadi kunci utama dalam menciptakan sistem pendidikan yang bersih.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Solok berharap dapat mendorong kesadaran kolektif dan komitmen bersama untuk membudayakan semangat antikorupsi.

“Mari kita jadikan Kabupaten Solok sebagai daerah yang bersih, bermartabat, dan berintegritas. Dan mari kita mulai dari lingkungan pendidikan karena di tangan bapak/ibu semua, generasi masa depan sedang dibentuk dan diarahkan,” ujarnya.

Ketua Panitia, Inspektur Daerah Dery Akmal menyampaikan bahwa, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman Kepala Sekolah dan Ketua Komite Sekolah. Merrka perlu mengetahui tentang pengendalian gratifikasi dan tindak pidana korupsi.

Selain itu juga mencegah terjadinya praktik penyimpangan dalam pelaksanaan PPDB, serta mendorong penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas dalam setiap tahapan PPDB.

“Kami berharap dengan dilaksanakannya kegiatan sosialisasi ini, proses PPDB di Kabupaten Solok dapat berjalan secara bersih, adil, dan berintegritas,” ujar Dery Akmal. (vko)