BERITA UTAMA

Kecelakaan Kerja, Satu Karyawan Pabrik Sawit PT BSS Luka Parah, Sekujur Tubuh Melepuh Terkena Semburan Uap Panas

3
×

Kecelakaan Kerja, Satu Karyawan Pabrik Sawit PT BSS Luka Parah, Sekujur Tubuh Melepuh Terkena Semburan Uap Panas

Sebarkan artikel ini
DIRUJUK— Agusmansyah (36) yang sekujur tubuhnya melepuh akibat kecelakaan kerja di pabrik kelapa sawit PT BSS Simpang Tiga Alin, Pasbar, dirujuk ke RSUP M Djamil Padang.

PASBAR, METRO–Diduga mengalami  kecela­kaan kerja, Agusmansyah (36) karyawan pabrik kelapa sawit PT Berkah Sawit Sejahtera (BSS) di Simpang Tiga Alin, Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) mengalami luka bakar yang sangat serius pada sekujur tubuhnya. .

“Kecelakaan kerja di PT BSS terjadi saat jam kerja pada Selasa (16/6) sekitar pukul 07.00 WIB, dan saat ini korban telah  dirujuk ke Rumah Sakit M Djamil Pa­dang dari Rumah Sakit Ibnu Sina Simpang Empat Pasbar. “ kata Kepala Seksi Penegakan Hukum UPTD Wilayah II Disnakertrans Provinsi Sumbar, Handra Pramana kemarin.

Dikatakan Handra, setelah mendapat informasi itu, dia langsung turun ke lokasi pabrik dan melakukan pe­ngecekan ke tempat kejadian kecelakaan kerja itu.

Dari hasil cek lapangan, kata dia, pekerja itu terkena semburan uap panas dari boiler yang disebabkan pecahnya packing super header.

Di mana menurutnya, packing super header ini harus dilakukan perawatan rutin secara berkala dan dipantau oleh perusahaan.

“Informasi dari perusahaan memang itu baru diganti, namun kita tidak tahu pasti apakah memang dilakukan perawatan atau tidak. Selain itu bisa jadi faktor umur packing itu. Kita akan periksa khusus nanti,” tegasnya.

Sehingga menurutnya, umur atau masa pakai packing tersebut berdasarkan lama kerjanya.

“Itu soal teknis, tidak bisa kita pastikan secara jelas,” tegasnya.

Ia me­negaskan, dari hasil temuan investigasi, untuk sementara waktu kegiatan operasional pabrik dihentikan.

“Untuk sementara kita sampaikan agar tidak ber­operasi sampai dilakukan pemeriksaan khusus terhadap boiler tersebut, jika layak maka boleh dilanjutkan, namun jika tidak layak wajib dilakukan perbaikan,” ungkapnya.

Korban yang ditemui di RS Ibnu Sina Selasa siang (17/6) sebelum dirujuk ke RSUP M Djamil Padang terlihat mengalami luka bakar di sekujur tubuh mulai dari leher hingga ujung kaki.

Korban terlihat mendapat perawatan yang serius dengan selang oksigen terpasang di hidung beliau. Begitu juga dengan sekujur tubuh korban dibalut dengan kain kasa dan kulit korban terlihat melepuh.

Mertua korban saat ditemui di RS Ibnu Sina, Erna (60) mengatakan, me­nantunya murni mengalami kecelakaan kerja di PT Berkat Sawit Sejahtera.

“Iya kecelakaan kerja, karena memang disaat kejadian dia masih jadwal kerjanya sekitar pukul 07.00 WIB,” ujarnya.

Erna menyampaikan harapan kepada perusahaan agar korban diberikan pelayanan kesehatan yang terbaik sampai korban bisa pulih kembali.

“Kita berharap agar perusahaan tidak lepas tangan. Memang sejauh ini pihak perusahaan masih mendampingi kami dalam pengurusan di rumah sakit,” ungkapnya.

Sementara itu, Production Control (PC) PT BSS Kelvin membenarkan bahwa kejadian itu diakibatkan salah satu packing pipa header pecah saat jam kerja.

“Ketika kejadian, korban berada di dalam panel. Ketika packing pecah, steam-nya itu menyemburkan uap panas dan karena korban panik sehingga ia keluar dari panel hingga akhirnya terkena semburan uap tersebut,” jelasnya.

Kemudian, terhadap perawatan korban pihaknya menyampaikan akan bertanggung jawab se­penuhnya.

“Kita akan pertanggung jawabkan hingga korban benar-benar sembuh,” ucapnya.

Terkait dengan perawatan boiler sendiri, Kelvin menyebut pihaknya selalu melakukan pengecekan rutin setiap seminggu sekali atau sekali sebulan.

“Kita ada program maintenance, itu seminggu sekali atau dalam sebulan ada dua kalilah selalu kita cek dan kita ganti,” jelasnya.

Selain itu, ia menyebut banyak faktor juga yang menyebabkan packing ter­sebut rusak termasuk dari lama pemakaian.

“Saya ngak bisa menjelaskan juga, bisa banyak faktor, mungkin karena sialnya juga, karena sudah beroperasi beberapa hari ini, tidak ada kejadian, tiba-tiba saja menimpa korban. PT BSS saat ini mempekerjakan sekitar 100 orang pekerja dengan jumlah pro­duksi tandan buah segar sebanyak 60 ton per jam,” tukasnya. (end)