MENTAWAI, METRO–Warga Dusun Mapinang Utara, Desa Saumanganya, Kecamatan Pagai Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, dikejutkan oleh penemuan mayat yang terdampar di pantai pada Selasa (17/6). Jenazah ditemukan dalam posisi tertelungkup dan tidak utuh.
Hingga kini, belum diketahui identitas asli jasad tersebut. Berdasarkan video yang beredar, mayat ditemukan di pinggir pantai dalam kondisi mengenaskan, mayat tersebut tampak mengenakan celana hitam dan salah satu kaki sudah terlihat tulang paha.
Pascapenemuan, Polisi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP. Setelah itu, mayat yang diduga berjenis kelamin laki-laki itu dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kasat Polairud Polres Kepulauan Mentawai, Iptu M Toha mengatakan, mayat pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang beraktivitas di sekitar pantai. Mereka dikagetkan dengan sesosok mayat yang tersangkut di bawah batang pohon.
“Mayat ditemukan saat warga sedang beraktivitas di sekitar lokasi. Mereka terkejut ketika melihat jenazah yang tersangkut di batang pohon itu. Kondisi mayat, sudah sangat rusak dan tidak berbentuk. Wajahnya sudah hancur dan satu kakinya tinggal tulang. Jadi memang sulit dikenali,” ungkapnya, Rabu (18/6).
Iptu Toha menjelaskan, pda Rabu pagi, jenazah telah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Tua Pejat untuk proses identifikasi lebih lanjut. Ia mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor ke pihak kepolisian terdekat.
“Jika ada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga, silakan melapor ke Polsek atau Polres setempat. Hal ini penting agar identitas jenazah yang ditemukan bisa segera diketahui,” tegasnya.
Untuk laporan kehilangan, sebelumnya terdapat anak buah kapal (ABK) KM Aura 02 bernama Dendi Hendrianto (32) dilaporkan hilang usai terjatuh ke laut di perairan Katiet, Kecamatan Sipora Selatan, pada Selasa (10/6) .
“Kita belum bisa pastikan apakah jenazah yang ditemukan ini adalah korban yang sama dengan yang dilaporkan hilang di perairan Katiet. Dugaan sementara, jenazah tersebut bukan Dendi,” kata Iptu Toha.
Meski demikian, Iptu Toha menyebut identitas jenazah akan dipastikan setelah proses autopsi dilakukan oleh tim medis. Pihaknya juga telah berkomunikasi dengan keluarga Dendi Hendrianto untuk mencocokkan identitas jenazah.
“Kami sudah menunjukkan foto jenazah kepada pihak keluarga Dendi. Menurut keterangan keluarganya, jenazah tersebut bukan Dendi,” jelasnya.
Iptu Toha menambahkan, selama satu bulan terakhir hanya ada satu laporan orang hilang yang masuk ke pihak kepolisian di wilayah Kepulauan Mentawai, yakni laporan hilangnya Dendi Hendrianto.
“Kami sudah menelusuri seluruh laporan orang hilang. Tidak ada warga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya, selain laporan Dendi yang hilang di laut Katiet,” tukasnya. (rul)






