BERITA UTAMA

Brutal! Perampok Bersajam Sekap Satu Keluarga,  Dikunci di Kamar, Diancam Digorok jika Berteriak, Perhiasan Emas 1 Kg dan Uang Rp 45 Juta Raib

1
×

Brutal! Perampok Bersajam Sekap Satu Keluarga,  Dikunci di Kamar, Diancam Digorok jika Berteriak, Perhiasan Emas 1 Kg dan Uang Rp 45 Juta Raib

Sebarkan artikel ini
DIRAMPOK— Kondisi rumah korban yang berantakan usai dimasuki kawanan perampok di Jorong Galudua, Nagari Koto Tuo, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam.

AGAM,METRO–Kawanan perampok bersenjata tajam (sajam) melancarkan aksi brutal­nya di salah satu rumah warga di Jorong Galudua, Nagari Koto Tuo, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Minggu dinihari (15/6). Seluruh peng­huni rumah disekap dan barang ber­harga raib dibawa kabur  perampok yang­ diduga berjumlah tiga orang.

Bahkan, penghuni ru­mah yang memergoki pa­ra pelaku, sempat dian­cam akan digorok jika berani berteriak. Selanjutnya, peng­huni rumah yang ter­diri dari pasangan suami istri dan ibu mertua, di­paksa masuk ke dalam kamar lalu dikunci oleh para perampok.

Alhasil, kawanan pe­rampok itu dengan leluasa menjarah barang berharga milik korban seperti emas batangan, perhiasan emas, uang tunai puluhan juta rupiah, BPKB hingga sepeda motor matik. Akibat aksi perampokan itu, korban menderita kerugian lebih dari Rp 1,5 miliar.

Setelah para perampok kabur membawa barang jarahannya, korban beru­saha membuka pintu ka­mar yang terkunci meng­gu­nakan obeng. Korban bersama istri dan ibu mer­tuanya langsung meminta pertolongan kepada warga setempat dan melapor­kannya ke Polisi.

Saat diwawancarai war­tawan, pemilik rumah Mar­wis mengatakan, ketika kawanan perampok me­ma­suki rumahnya, ia se­dang tidur bersama istrinya di dalam kamar. Sedang­kan ibu mertuanya tidur di kamar depan rumah. Saat itulah, tiba-tiba tiga orang yang tak dikenal membawa senjata tajam, masuk ke kamar dan langsung me­nyekapnya.

“Saya dalam kondisi sedang sakit dan istri saya yang sudah lanjut usia tentu para perampok ini bisa leluasa kepada kami. Mer­tua saya tidak luput dari penyekapan para pelaku,” ungkap dia.

Menurut Marwis, pada saat penyekapan itu, ketiga pelaku mengancam akan melukai dirinya bersama keluarganya jika berteriak. Mendengar ancaman itu dan takut dilukai, ia ber­sama istri dan mertuanya hanya bisa pasrah.

“Di rumah, cuma ada saya, istri dan mertua. Anak-anak saya semuanya sudah tinggal di rumahnya masing-masing karena su­dah berkeluarga. Para pe­rampok masuk ke dalam rumah kami ini sekitar pu­kul 02.00 WIB. Sedangkan tetangga sudah tertidur pulas,” ujar Marwis.

Marwis menambahkan, satu dari perampok itu mengawal dirinya ber­ama istri dan mertuanya de­ngan menggunakan sen­jata tajam agar tidak ber­buat macam-macam. Se­mentara dua orang me­ngobrak abrik isi kamar dan seluruh isi rumahnya.

“Usai berhasil memba­wa persiasan kami diper­kirakan 1 Kg dan uang tu­nai sekitar Rp 45 juta, me­reka langsung melarikan diri. Sementara kami baru bisa bergerak setelah satu jam para pelaku kabur. Kami dikunci di dalam ka­mar oleh para pelaku,” tutur dia.

Marwis mengatakan, selain membawa kabur emas dan uang, para pela­ku juga membawa kabur sepeda motor matik yang  diparkir di dalam rumah. Para pelaku meminta kunci pagar dan keluar secara baik-baik.

“Sebelum keluar pela­ku mengunci saya, istri dan mertua di dalam kamar dari luar. Beruntung pelaku tidak menyakiti kami,” ujar dia.

Kini kasus perampokan ini sudah kami laporkan Polisi dengan Nomor: LP/B/2/VI/2025/SPKT Sek IV Koto/Polresta Bukittinggi/Polda Sumbar. Pasca­ke­jadian, Polisi langsung da­tang ke lokasi untuk me­lakukan olah TKP dan me­mintai keterangan saksi-saksi.

Kasat Reskrim Polresta Bukittinggi AKP Idris Ba­kara mengatakan, kejadian bermula saat dua pemilik rumah sedang berada di kamar. Kemudian tiba-tiba masuk 3 pelaku dengan memakai penutup kepala.

“Pelaku membekap mulut kedua korban yang sedang berada di kamar. Pelaku juga mengancam korban dengan senjata tajam,” kata AKP Idris Ba­kara.

Kawanan rampok, me­nurut AKP Idris, sempat memaksa meminta kunci pagar dan sepeda motor. Kemudian pelaku me­ngun­ci korban di dalam kamar. Dalam aksinya itu, pelaku berhasil menggondol se­peda motor beserta BPKB, uang tunai Rp 45 juta, emas berbentuk batangan dan perhiasan.

“Sekitar pukul 03.00 WIB korban berhasil keluar dari kamar. Setelah dipe­riksa, kawanan rampok itu telah melarikan diri. Kor­ban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek IV Nagari. Total kerugian kor­ban sekitar Rp 1,5 miliar. Kasus ini masih kita seli­diki,” pungkasnya. (pry)