METRO PADANG

Tim Gabungan Dispar Tertibkan Pungli dan Premanisme di Pantai Air Manis, 2 Buku Tiket Ilegal Disita dari Tangan Oknum Pemuda

0
×

Tim Gabungan Dispar Tertibkan Pungli dan Premanisme di Pantai Air Manis, 2 Buku Tiket Ilegal Disita dari Tangan Oknum Pemuda

Sebarkan artikel ini
PENERTIBAN PUNGLI— Kepala Dispar Kota Padang Yudi Indra Syahni dan Satuan Pam Obvit ikut dalam pengamanan dan pengawasan aksi pungli dan premanisme di Pantai Airmanis, Sabtu (14/6). Dua buku tiket ilegal yang selama ini disalahgunakan oleh oknum pemuda setempat untuk memungut uang masuk dari pengunjung secara tidak sah berhasil diamankan.

AIRMANIS, METRO–Pascainsiden pungutan liar (pungli) dan premanis­me yang sempat meresah­kan wisatawan dan viral di media sosial, Pemko Pa­dang mengambil langkah sigap dengan menggelar operasi gabungan di Pantai Air Manis.

Dinas Pariwisata Kota Padang bekerja sama de­ngan Satuan Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit) Polresta Padang dan Pe­rum­da PSM, kini secara in­ten­sif mengamankan area wisata tersebut.

Dalam giat penga­ma­nan yang dilakukan Sabtu (14/6), tim gabungan ber­hasil mengamankan dua buku tiket ilegal yang selama ini disalahgunakan oleh oknum pemuda setem­pat untuk memungut uang masuk dari pengunjung secara tidak sah. Pene­muan ini menjadi bukti nyata praktik pungli yang merugikan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra Syani, menegaskan bahwa operasi ini adalah tindak lanjut serius dari rapat koordinasi darurat yang digelar sehari sebelumnya. Rapat tersebut membahas tuntas permasalahan pung­li dan premanisme yang mencoreng citra pariwisata Padang.

Baca Juga  1,2 Ton Sampah Diangkut dari Pantai Padang

“Pak Wali Kota Padang sudah sangat tidak menoleransi kejadian seperti ini. Praktik pungli tidak hanya merusak pariwisata lokal, tetapi juga mencoreng na­ma baik Kota Padang bahkan Provinsi Sumatera Ba­rat,” ujar Yudi.

Rapat darurat pada Jumat (13/6) sore di kantor Lurah Air Manis, yang dihadiri oleh Dinas Pariwisata, Kelurahan Pantai Air Manis, Perumda PSM, dan Satpol PP, bertujuan mencari solusi cepat untuk me­mu­lihkan kepercayaan pu­blik terhadap destinasi wi­sata ini.

Insiden terbaru, di ma­na rombongan wisatawan asal Malaysia menjadi korban pungli berkedok parkir dan tiket masuk, menjadi pemicu utama gerak cepat ini. Rombongan diminta uang masuk senilai Rp200 ribu. Tidak hanya itu, saat sampai di dalam kawasan wisata, ternyata wisata­wan ini masih juga diminta sejumlah uang.

Baca Juga  Sumbar Target Peredaran Narkoba, Andre: Perbatasan harus Dijaga Ketat

Lebih dari sekadar penindakan, giat pengamanan ini memiliki tujuan yang lebih luas, memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap pengunjung Pantai Air Manis. Kebera­daan tim gabungan diharapkan mampu menciptakan suasana yang kondusif, sehingga wisatawan dapat menikmati keindahan pantai tanpa rasa khawatir akan gangguan atau pungutan tidak resmi.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap wisa­ta­wan yang datang ke Pantai Air Manis merasa aman, nyaman, dan mendapatkan pelayanan terbaik. Pariwisata adalah sektor jasa yang sangat bergantung pada kenyamanan pengunjung,” tambah Yudi.

Tim gabungan juga akan terus melakukan pa­tro­li rutin dan pengawa­san ke­tat. Langkah ini ber­tujuan untuk mencegah aksi pungli maupun prema­nisme kembali terjadi di masa mendatang. (ren)