METRO PADANG

Andre Rosiade Dukung Presiden Prabowo Cabut Izin Tambang Raja Ampat

0
×

Andre Rosiade Dukung Presiden Prabowo Cabut Izin Tambang Raja Ampat

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO–Wakil Ketua Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade mendukung langkah Presiden Prabowo yang me­me­rintahkan evaluasi langsung izin tambang di Kawasan Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya. Bahkan langsung men­cabut izin usaha pertam­bangan (IUP) empat perusahaan yang di­duga bermasalah.

Andre juga setuju terhadap langkah proaktif pemerintah serta mempertimbangkan ma­su­kan dari pemerintah daerah dan tokoh masyarakat. Ka­rena, warga setempat yang lebih tahu dan langsung bersinggungan atau ter­dam­pak dari aksi penam­bangan, baik itu yang beri­zin apalagi yang tidak beri­zin.

“Alhamdulillah, ma­sa­lah ini mendapat atensi langsung dari pak Presiden Prabowo. Beliau memerintahkan jajaran di beberapa Kementerian meninjau lang­sung lokasi kawasan tam­bang Raja Ampat. Hal tersebut dilakukan untuk me­­mastikan informasi yang tersebar di masya­ra­kat, bahkan sudah mendunia,” kata Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI ini.

Andre mengaku juga mendapat infomasi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia langsung ke lokasi bersama Gubernur Provinsi Papua Barat Daya, Bupati Raja Ampat dan lainnya. “Mereka memastikan kondisi yang sesungguhnya terjadi di lapangan. Semoga bisa diselesaikan segera,” kata Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Andre mengatakan, ke­putusan tersebut merupakan hasil rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Senin (9/6). Pencabutan izin ini dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai masukan dari masyarakat, termasuk dari aktivis ling­kungan dan pegiat media sosial yang secara aktif menyuarakan kekhawatiran terhadap kegiatan tam­­bang di kawasan kon­ser­­vasi.

Andre menyebut, hal itu menunjukkan komitmen Prabowo terhadap pelestarian lingkungan de­ngan mencabut izin tambang. Sebagai bentuk ke­pedulian terhadap keka­yaan alam dan keanekara­gaman hayati di salah satu kawasan laut terindah di dunia. “Presiden mengambil langkah ini setelah me­la­kukan evaluasi menyeluruh bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta berbagai pemangku kepentingan lokal dan nasional,” sebut Andre.

Selain itu, Andre juga  memuji peran aktif ma­sya­rakat yang mengawal isu lingkungan di Raja Ampat, baik di media atau media sosial sampai menjadi bahasan nasional dan internasional. Tentu semuanya berharap pembangunan berkelanjutan yang adil dan berpihak pada lingkungan. “Seka­rang semua bergerak untuk kepentingan bersama,­” kata Ketua DPD Gerindra Sumbar.

Diketahui, pencabutan dilakukan terhadap empat IUP yang berada di luar Pulau Gag, yaitu PT Nur­ham, PT Anugrah Surya Pertama, PT Kawei Sejahtera Mining, dan PT Mu­lia Raymond Perkasa. Ada­pun IUP yang tetap ber­ope­rasi adalah PT Gag Nikel yang telah memiliki RKAB pada tahun 2025 dan berstatus kontrak karya sejak 1998. (*)