AGAM/BUKITTINGGI

Pemkab Agam Fasilitasi Sosial Ekonomi Korban Erupsi Gunung Marapi, 77 KK Direlokasi

0
×

Pemkab Agam Fasilitasi Sosial Ekonomi Korban Erupsi Gunung Marapi, 77 KK Direlokasi

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Agam, Rinaldi.

AGAM, METRO–Pemerintah Kabupaten Agam terus menunjukkan komitmennya dalam membantu korban erupsi Gunung Merapi yang telah direlokasi ke kawasan Surabayo, Kecamatan Lubuk Basung. Kali ini, bantuan difokuskan pada pemulihan sosial ekonomi agar para penyintas memiliki usaha baru dan dapat memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Agam, Rinaldi, mengatakan upaya ini melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Dinas Sosial, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan, serta Dinas Koperasi dan UMKM. Koordinasi antar-OPD difasilitasi oleh Bappeda Agam, sementara Dinas Perumahan bertindak sebagai koordinator pelaksana di lapangan.

“Setiap OPD menjalankan tugas sesuai tupoksi masing-masing. Dinas Sosial memberikan bantuan sosial, sementara Dinas Koperasi dan UMKM memfasilitasi bidang usaha warga yang direlokasi,” jelas Rinaldi.

Berdasarkan penda­taan yang dilakukan, warga terdampak memiliki berbagai keterampilan dan minat usaha, seperti menjahit, membuka salon, serta berdagang kebutuhan pokok.

“Kebutuhan usaha me­reka saat ini sedang dalam proses pengadaan. Tujuannya agar mereka bisa kembali produktif dan man­diri secara ekonomi,” tambah Rinaldi.

Sebanyak 77 kepala keluarga yang direlokasi berasal dari Kecamatan Sungai Pua, Canduang, dan Ampek Angkek. Mereka mulai menempati hunian tetap di Surabayo sejak April 2025 lalu.

Sebelumnya, Pemkab Agam telah memberikan bantuan hidup sementara senilai Rp1,2 juta per kepala keluarga yang diambil dari Dana Bantuan Tidak Terduga (BTT). Selain itu, Baznas Agam juga turut berkontribusi menyalurkan bantuan berupa 750 kilogram beras, 75 kray telur ayam ras, dan 150 liter mi­nyak goreng.

Masing-masing keluarga menerima 10 kilogram beras, satu kray telur, dua liter minyak goreng, dan garam sebagai bantuan dasar untuk meringankan beban awal pasca-relokasi.

Pemkab Agam berha­rap program pemulihan ekonomi ini dapat memberikan keberlanjutan kehidupan yang lebih baik bagi para penyintas bencana. Bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat konsumtif, tapi juga pro­duktif, agar warga dapat bangkit dan mandiri di tempat tinggal baru mereka. (pry)