AIEPACAH, METRO–Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dimulai di Padang. Pemko Padang pun bertekad dapat memasok sayuran dan protein hewani untuk program nasional tersebut.
Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani membenarkannya. Menurutnya, Padang punya potensi untuk memasok sayuran dan protein hewani. “Target kita dapat mendukung sumber bahan baku untuk program MBG,” ujar Kadis Pertanian Yoice Yuliani, Senin (9/6).
Bahan baku yang perlu disiapkan bagi MBG di antaranya yakni sayur, daging ayam, daging sapi, serta telur. Saat ini, satu dapur MBG telah dimulai di Kecamatan Padang Timur.
“Dalam waktu dekat, sembilan dapur MBG akan beroperasi, tentu butuh pasokan bahan baku itu, kita bertekad untuk menyiapkannya,” ujar Yoice.
Agar dapat memasok bahan baku MBG untuk daerah sendiri, saat ini Dinas Pertanian tengah memotivasi petani dan kelompok tani untuk melakukan budidaya sayuran dan budidaya ternak.
“Kita motivasi petani melakukan budidaya sayuran sesuai dengan jenis sayuran yang cocok dibudidayakan di Kota Padang,” pungkasnya.
Diketahui program MBG telah dilaksanakan 3 Juni lalu. Program itu dimulai di SMPN 8 Padang.
Wali Kota Padang Fadly Amran, dalam kunjungan ke SMPN 8 Padang menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program prioritas nasional ini. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Padang berkomitmen mendukung penuh inisiatif Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan gizi anak-anak Indonesia.
“Program makan bergizi gratis dari Bapak Presiden Prabowo Subianto bisa terlaksana di Kota Padang berkat kerja keras dan kolaborasi dari Badan Gizi Nasional (BGN), Forkopimda, BPOM, dinas terkait, serta para kepala sekolah,” ujar Fadly.
Ia menjelaskan, saat ini program MBG telah berjalan di 11 sekolah di Kota Padang dengan dukungan satu dapur utama milik Yayasan Asmaul Kalidamang. Ke depan, program ini akan diperluas dengan tambahan tujuh dapur baru yang sedang dalam tahap persiapan.
Fadly juga menekankan pentingnya percepatan pembangunan dan perizinan dapur MBG di Kota Padang. “Kita mendorong semua pihak untuk segera melengkapi perizinan pengelolaan dapur. Program ini tak hanya bermanfaat bagi gizi anak-anak, tapi juga memberdayakan pelaku usaha lokal dan mendukung ekonomi kerakyatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, program MBG ditargetkan menjangkau lebih dari 100 sekolah di Kota Padang. Program ini akan terus dikembangkan hingga menjangkau lebih banyak sekolah.
“Cita rasa makanan yang disajikan luar biasa, tak kalah dengan restoran. Ini juga hasil kerja hebat dari para tenaga dapur,” katanya. (ren)






