METRO PADANG

51 Hewan Kurban Disembelih di Bank Nagari Berqurban 2025

0
×

51 Hewan Kurban Disembelih di Bank Nagari Berqurban 2025

Sebarkan artikel ini
BANK NAGARI BERQURBAN 2025— Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, jajaran komisaris dan direksi Bank Nagari, Pemimpin Divisi dan Cabang, karyawan Bank Nagari, serta para peserta kurban, menghadiri penyembelihan sapi kurban, Minggu (8/6).

LUBEG, METRO–Menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Bank Nagari kembali menyelenggarakan kegiatan sosial keagamaan tahunan. Kali ini melalui program Bank Nagari Berqurban 2025. Kegiatan ini dilaksanakan serentak pada Minggu (8/6) oleh Kantor Pusat dan seluruh Kantor Cabang Bank Nagari di seluruh Indonesia.

Untuk wilayah Kota Padang, pelak­sanaan kurban dipusatkan di Kantor Pu­sat Bank Nagari Pegambiran, meli­bat­kan tiga unit kerja utama yaitu Kantor Pusat, Cabang Utama Pa­dang, dan Cabang Pasar Raya. Di lokasi ini, seba­nyak 10 ekor sapi disem­belih sebagai bagian dari pro­gram kurban.

Kegiatan itu dihadiri Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, jajaran komisaris dan direksi Bank Nagari, Pemimpin Divisi dan Cabang, karyawan Bank Nagari, serta para peserta kurban.

Sementara itu, di luar Padang, pelaksanaan kurban dilakukan oleh masing-masing Kantor Cabang Bank Nagari secara mandiri. Selain itu, pada tahun ini Bank Nagari juga melakukan pe­nye­rahan hewan kurban ke lembaga dan masjid pada Kamis (5/6) lalu.

Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra mengatakan, tercatat sebanyak 36 ekor sapi dan 5 ekor kambing disembelih di berbagai lokasi kantor cabang yang tersebar di berbagai provinsi.

Dengan demikian, total hewan kurban yang disembelih oleh Bank Nagari pada tahun ini mencapai 51 ekor, terdiri dari 46 ekor sapi dan 5 ekor kambing.

Ia menambahkan, pelaksanaan ibadah kurban ini merujuk pada ajaran Islam yang menjadikan penyembelihan hewan kurban sebagai sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Hajj ayat 34.

Selain sebagai bentuk ibadah, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk me­num­buhkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, serta kebersamaan di lingkungan masyarakat.

Gusti menyebutkan, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat rohani dan sosial, tetapi juga menjadi media untuk meningkatkan rasa syukur, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta membersihkan harta dan jiwa.

Ia juga mengajak seluruh insan di lingkungan Bank Nagari untuk meningkatkan partisipasi da­lam program kurban di ta­hun-tahun mendatang, sehingga jumlah hewan kurban yang disalurkan sema­kin bertambah dan man­faat­nya semakin luas dira­sa­kan oleh ma­syarakat.

“Melalui momentum Idul Adha ini, kami mengajak seluruh pegawai dan mitra kerja untuk senantiasa menumbuhkan semangat berbagi dan menebar manfaat. Semoga kegiatan kurban ini menjadi ladang amal dan keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.

Direktur Operasional Bank Nagari, Zilfa Efrizon menambahkan, tujuan dari kegiatan Bank Nagari Berqurban adalah untuk men­dekatkan kantor-kantor Bank Nagari dengan ma­sya­rakat yang ada di sekitar­nya.

“Daging kurban ini nantinya akan dibagikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Selain itu, program yang pertama digelar ini juga bentuk dukungan kepada Pemprov Sumbar dalam menambah jumlah konsumsi daging sapi di Provinsi Sumbar,” ujarnya.

Komisaris Utama Bank Nagari Andri Yulika, didampingi Komisaris Manar Fuadi mengatakan, kegiatan ini bisa mening­katkan citra baik Bank Nagari di tengah di masya­ra­kat. Masya­rakat yang ada di sekitar kantor-kantor Bank Nagari bisa men­da­pat­kan manfaat dari ke­ha­diran kantor Bank Nagari di sana.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi sangat mengapresiasi kegiatan Bank Nagari Barqurban 2025. Bahkan Pemprov Sumbar berencana meniru apa yang dilakukan Bank Nagari dengan mengajak seluruh pegawai di Pemprov Sumbar untuk membukan tabungan kurban di Bank Nagari.

“Dengan adanya upaya ini, kita bisa meningkatkan ketersedian sapi dan konsumsi daging di Provinsi Sumbar. Mudah-mudahan di tahun depan, program Bank Nagari Berqurban ini bisa lebih meningkatkan jumlah hewan kurbannya,” pungkas Mahyeldi. (*)