BERITA UTAMA

Menteri P2MI Buka Peluang Mahasiswa dan Lulusan UNP Bekerja di Luar Negeri

0
×

Menteri P2MI Buka Peluang Mahasiswa dan Lulusan UNP Bekerja di Luar Negeri

Sebarkan artikel ini
cinderamata— Rektor UNP Dr. Ir. Krismadinata, S.T., M.T., Ph.D menyerahkan cinderamata kepada Menteri P2MI Abdul Kadir Karding disaksikan Senior Eksekutif UNP, Prof Ganefri, Ph.D, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, Dirjend serta Staf Ahli Kementerian P2MI, Selasa (3/6) di Auditorium UNP.

PADANG, METRO–Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding membuka peluang bagi mahasiswa dan lulusan Universitas Negeri Padang (UNP) bekerja di luar negeri. Abdul Kadir Karding bahkan menyebut, hingga Mei 2025 ini, ada 1,7 juta permintaan bekerja di luar negeri.

“Ada 1,7 juta permin­taan pekerjaan ke luar negeri sampai bulan Mei 2025 ini. Bingung cari pe­kerjaan ngapain? Permin­taan bekerja di luar negeri saat ini terdiri dari 14 sektor dan 700 lebih jabatan ker­ja,” terang Abdul Kadir Karding saat memberikan kuliah umum di Auditorium UNP, Selasa (3/6).

Untuk meraih kesem­patan bekerja di luar nege­ri, Mantan Anggota DPR RI Periode 2009-2024 Dapil Jawa Tengah VI itu mengi­ngatkan, mahasiswa UNP, agar menggunakan ke­sem­patan kuliah hari ini un­tuk membangun jari­ngan, belajar organisasi dan me­ngasah kepemimpinan.

Apalagi UNP sebagai salah satu perguruan tinggi masuk peringkat dunia, tentu menghasilkan lulu­san dengan SDM terbaik. “Mahasiswa hari ini mari lanjutkan menjadi orang-orang hebat dari Ranah Minang. Kita kenal dulunya ada Buya Hamka, Agus Salim, Tan Malaka,” terang Alumnus Fakultas Peri­kanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro tahun 1997 itu.

Di hadapan ratusan mahasiswa UNP yang ha­dir, Abdul Kadir Karding me­negaskan, jumlah pe­kerja di luar negeri yang legal atau prosedural men­ca­pai 5,2 juta. Dari jumlah tersebut, pekerja Orang Minang di luar negeri mem­bawa uang masuk ke Indonesia Rp20 triliun per tahun.

Untuk mengirim orang ke luar negeri, Putra Dae­rah Sulawesi Tengah dari Sojol Kabupaten Donggala itu mengingatkan, maha­siswa yang kuliah hari ini, belum tentu punya skill dan bisa lulus seleksi.

“Beranilah bekerja di luar begeri. Orang Padang terkenal karena kebe­ra­niannya merantau. Ke luar negeri akan dapat penga­laman baru, jaringan baru, pengetahuan baru, skill baru dan ekspert. Kalau semua sudah dimi­liki, un­tuk jadi pemimpin, seperti bupati dan wali kota, gam­pang dilalui,” ajak Sekre­taris Fraksi MPR PKB Perio­de 2009-2014 itu.

Ke luar negeri, menu­rut­nya, bukanlah sekadar be­kerja. Tetapi juga men­dapat pengalaman dan ilmu. “Il­munya susah dite­mu­kan di ruang kuliah dan sekolah. Hanya didapat dengan me­rantau dan be­kerja di luar negeri,” te­rangnya.

Dengan peluang 1,7 juta permintaan kerja di luar negeri, tinggal pilih bekerja apa dan negara mana? Abdul Kadir Karding mencontohkan, lulusan SMP saja bekerja di sektor perikanan di Negara Korea Selatan gajinya minimal Rp15 juta. Bekerja sebagai perawat di Kanada dan Jerman dengan sertifikasi, gajinya Rp70 juta sampai Rp120 juta. Bekerja sebagai petani ladang saja gajinya Rp7 juta sampai Rp12 juta.

Abdul Kadir juga me­ngi­ngatkan mahasiswa UNP. Perguruan tinggi ini ada pendidikan vokasi, teknik, perawat dan lainnya. Ma­hasiswa diminta siapkan diri, terutama menguasai bahasa. “Kerja di luar ne­geri akan mendapat gaji tinggi yang bisa diman­faatkan untuk keluarga dan investasi. Masa depan ge­mi­lang dan akan menam­bah akreditasi kampus an­da,” harapnya.

Saat ini UNP baru me­ngi­rimkan dua orang ma­gang ke Jepang. Gajinya bisa mencapai Rp25 juta. Dengan jumlah magang tersebut, Abdul Kadir me­nilai masih sedikit.

“Kalau dikelola dengan baik, banyak mahasiswa UNP bekerja luar negeri dan tidak akan mengang­gur. Dari awal masuk ku­liah, UNP agar mensurvey minat mahasiswa bekerja ke luar negeri. Negara ma­na saja? Siapkan kemam­puan menguasai bahasa­nya melalui ekstraku­riku­ler. Ingin bekerja di Jepang. Belajarlah Bahasa Jepang. Se­hingga keluar UNP be­ker­ja dengan gaji bukan ka­leng-kaleng,” ungkapnya.

Kementerian P2MI me­nu­rutnya, saat ini me­nyiap­­kan desain memba­ngun investasi SDM de­ngan mengirim tenaga ker­ja ke luar negeri. “Mereka yang pulang dari luar ne­geri, nanti menjadi orang hebat yang canggih, me­miliki keterampilan dan wawasan serta jaringan internasional,” terangnya.

“Kalau UNP serius me­nyiapkan SDM yang siap bekerja ke luar negeri, Kementerian P2MI serius juga. Siapa yang ingin be­kerja ke Jepang, Korea Selatan dan negara di Ero­pa kita data. Ini akan mem­perkuat posisi UNP. De­ngan mental dan kearifan yang bagus, mental peta­rung bagus, Orang Minang menjadi andalan bekerja di luar negeri. Minang suku perantau, harus dimulai dari sini,” tegasnya.

Lindungi

Pekerja Migran

Abdul Kadir Karding juga menjelaskan, dirinya sebagai Menteri P2MI ber­tang­gungjawab melindungi dan melayani pekerja mig­ran Indonesia. Kemente­rian P2MI yang baru didiri­kan Presiden Prabowo Su­bianto, konsen melindungi pekerja migran Indonesia.

Hal ini berangkat dari pengalaman Prabowo pa­da tahun 2007 silam, yang berjuang untuk pekerja migran Indonesia Wilfrida Soik yang terancam dija­tuhi hukuman mati di Malaysia. Prabowo berjuang sendirian mencari cara agar Wilfrida Soik terbebas dari hukuman mati.

“Karena konsen itulah Prabowo mewujudkan ke­menterian ini. Fokus utama memastikan yang bekerja di luar negeri tidak boleh mengalami kekerasan dan ketidakadilan, hak-haknya tidak boleh dilanggar, diek­sploitasi dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau human traficking,” tegasnya.

“Kenapa ada tenaga kerja kita disiksa diabaikan hak-haknya di luar negeri? Karena selama ini dibiar­kan mencari makan di luar negeri dengan berangkat ilegal. Hampir dipastikan yang disiksa dan diabaikan hak-haknya pekerja migran yang berangkat tidak pro­sedural. Dipastikan 95 per­sen berangkat lewat calo,” ungkapnya.

Tugas Kementerian P2­MI menurutnya, membe­rantas calo bagi orang-orang yang berjihad untuk kehidupan keluarganya. Para calo “memainkan” sedemikian rupa, sehingga masyarakat menjadi kor­ban di luar negeri. “Kita ingin tidak ada lagi pekerja Indonesia yang menga­lami ketidakadilan dan menjadi korban TPPO,” tegasnya.

Rektor UNP, Dr. Ir. Kris­ma­di­nata, S.T., M.T., Ph.D mengatakan,  zaman seka­rang bekerja tidak me­ngenal batas wilayah. Be­kerja bisa di manapun. Namun, harus dapat ilmu­nya, jangan sampai jadi korban perdagangan ma­nu­sia. Ini menjadi tanta­ngan mahasiswa UNP sekarang bekerja di luar negeri.

UNP Kampus

Kelas Dunia

Krismadinata mema­parkan, UNP yang sudah menjadi universitas berba­dang umum (PTNBH). UNP terdiri dari 10 fakultas dan dua sekolah. Jumlah do­sen­nya 1.541 dosen, jumlah tenaga pendidik (tendik) 742 tendik.

UNP yang sudah ter­akreditasi unggul memiliki 10 kampus di tujuh kabu­pa­ten dan kota. “Insya Allah akan berdiri Kampus UNP di Kepulauan Menta­wai. Ini artinya apa? UNP ikut men­cerdaskan anak bangsa, ikut memeratakan dan me­ning­katkan indeks pembangu­nan manusia (IPM), mengu­rangi angka kemiskinan dan perubahan ekonomi. Jadi ekonomi di daerah yang ada kampus UNP juga mening­kat,” ujarnya.

UNP sudah masuk ran­king 1411 internasional. Hasil lembaga ranking du­nia lainnya, UNP masuk ranking 1.501. Menggu­nakan parameter impact atau dampak perguruan tinggi terhadap masyara­kat dunia, UNP peringkat 1.500. UNP berdasarkan public university ranking di ASEAN, masuk ranking 36.

Lulusan UNP tahun 2024 non-PPG berjumlah 9.185. Lulusan UNP juga telah bekerja di luar negeri se­perti Australia, Jepang, dan Malaysia. “Ini menun­juk­kan kualitas kita bukan kaleng-kaleng. Kita sudah mengglobal. Kita telah ber­mitra dengan mitra di luar negeri. UNP sudah bekerja sama dengan 28 perguruan tinggi lembaga di dunia,” terangnya.

UNP juga bekerja sama dengan Epson di Singa­pura, Studio Animasi Dur­yo di Malaysia, Noble Solution, Kantor Dagang di Irlandia dan Yuan Li Education Technology. Ter­baru, UNP bekerja sama dengan Confucius Institute di Cina. “Insya Allah, khu­susnya Oktober nanti kita meresmikan pendirian kam­pus Confucius Institute. Kita bisa mengadopsi budaya Cina. Kita belajar budayanya, teknologinya. Kita hadirkan di UNP ini,” terangnya.

Kemudian, kerja sama Kementerian P2MI melalui BP3M di Sumbar dengan Fakultas Psikologi dan Ke­sehatan UNP. Juga telah ada dua mahasiswa UNP mengikuti program pera­wat ke Jepang melalui program BP3MI dalam program G to G.

Krismadinata meng­ung­kap­kan, empat maha­siswa Departemen Kimia UNP menjalani program magang di PT Kyanko Mirai Nagona Jepang sejak September 2024. Dua maha­siswa Fakultas Teknik ma­gang di Jepang. Melalui kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, dua ma­hasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang berangkat magang ke Jepang. Untuk mendukung program ma­gang, UNP menggandeng 52 Perusahaan Malaysia.

Kuliah Umum Menteri P2MI Abdul Kadir Karding dihadiri Dirjen dan Staf Ahli Kementerian P2MI, Gu­bernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, Bupati Pa­dang Pariaman, John Kene­dy Azis, Senior Eksekutif, Prof Ganefri, Ph.D, Ketua dan Sekretaris serta Ang­gota Majelis Wali Amanat dan seluruh Civitas Aka­demika UNP. (fan/adv)