OLAHRAGA

Liverpool Ngebet Datangkan Florian Wirtz, Siap Pecahkan Rekor Transfer Klub

0
×

Liverpool Ngebet Datangkan Florian Wirtz, Siap Pecahkan Rekor Transfer Klub

Sebarkan artikel ini
Florian Wirtz

LIVERPOOL dikabarkan tengah menggencarkan upaya untuk membo­yong bintang muda Bayer Leverkusen, Florian Wirtz, pada bursa transfer musim panas ini. Demi mengamankan jasa sang playma­ker berusia 22 tahun, The Reds bahkan dikabarkan siap memecahkan rekor transfer mereka.

Ambisi besar ini menjadi sinyal jelas bahwa Li­verpool ingin membangun kembali kekuatan lini te­ngah mereka pasca transisi pelatih dan pergantian generasi. Wirtz, yang men­curi perhatian sepanjang musim lalu bersama Leverkusen, juga menjadi incaran raksasa Eropa se­perti Bayern Munich dan Manchester City. Namun, laporan terbaru menyebutkan bahwa sang pemain lebih tertarik bergabung ke Anfield.

Kendati begitu, jalan Liverpool untuk merekrut Wirtz tak semudah yang dibayangkan. Dua tawaran resmi yang dilayangkan klub Merseyside itu telah ditolak mentah-mentah oleh Leverkusen. Klub Bundesliga tersebut bersikeras mempertahankan bintang mereka dan enggan melepasnya dengan harga murah.

Menurut laporan Sky Deutschland, negosiasi masih terus berlangsung. “Tawaran kedua Liverpool belum diterima dalam bentuknya saat ini, sehingga kesepakatan belum tercapai,” tulis mereka. “Namun, pembicaraan tetap berjalan karena kedua pihak ingin menyelesaikan transfer ini secepat mungkin.”

Leverkusen dikabarkan menginginkan paket transfer yang jauh lebih besar dari tawaran Liverpool. Menurut Sport BILD, juara Bundesliga itu memasang banderol fantastis sebesar €150 juta, menjadikan Wirtz salah satu pemain termahal dalam sejarah jika transfer ini benar-benar terealisasi.

Harga tersebut jelas akan memecahkan rekor transfer Liverpool yang saat ini masih dipegang oleh Darwin Núñez. Leverkusen sendiri tidak berada dalam posisi untuk menjual secara terpaksa, karena Wirtz masih memiliki kontrak hingga tahun 2027.

Jika Liverpool mampu menutup kesepakatan ini, Wirtz bisa menjadi kunci dalam membangun era baru The Reds—menggantikan peran playmaker yang selama ini menjadi kelemahan utama mereka. (jpg)