AGAM, METRO–Kabupaten Agam mencatat capaian menggembirakan dalam produksi jagung sepanjang Januari hingga April 2025. Dinas Pertanian setempat melaporkan total produksi mencapai 39.029,1 ton dengan luas panen 6.051 hektare.
“Produksi jagung sebesar 39.029,1 ton ini berasal dari luas tanam 4.630 hektare dan luas panen 6.051 hektare,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Agam, Arief Restu, didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan, Imrefli, pada Senin (2/6).
Rincian produksi per bulan menunjukkan tren stabil. Pada Januari, produksi mencapai 9.806,9 ton dengan luas panen 1.522 hektare. Februari mencatat 9.887,9 ton (1.533 hektare), Maret 9.604,1 ton (1.489 hektare), dan April 9.720,2 ton (1.507 hektare).
Sebagai perbandingan, sepanjang 2024 produksi jagung di Agam mencapai 100.162,5 ton dari luas panen 13.689,5 hektare.
Menurut Arief, sebagian besar jagung ditanam di lahan tidak produktif dan sebagai tanaman tumpang sari di area perkebunan kelapa sawit. Komoditas ini kemudian dipasarkan ke Kabupaten Limapuluh Kota, terutama untuk kebutuhan pakan ternak ayam, dengan harga jual saat ini sekitar Rp5.400 per kilogram.
Ia menyampaikan harapan agar produksi tahun ini dapat melampaui angka tahun lalu. Salah satu langkah strategis yang diambil yakni memperkuat penyuluhan kepada petani mengenai teknologi pertanian dan berbagai program pendukung lainnya.
“Upaya penyuluhan ini kita gencarkan agar produksi meningkat dan kesejahteraan petani ikut terdongkrak,” ujarnya optimistis. (pry)






