PAYAKUMBUH/50 KOTA

Antusias Masyarakat Menanam Pisang Cavendish Tinggi

8
×

Antusias Masyarakat Menanam Pisang Cavendish Tinggi

Sebarkan artikel ini
BUDIDAYA PISANG— Pembudidaya pisang cavendis saat memperlihatkan buah pisang di kebunnya

LIMAPULUH KOTA, METRO –Setelah Kecamatan Si­tujuah Limo Nagari, Luhak dan Lareh Sago Halaban, antusias masyarakat untuk menanam Pisang Ca­vendish mulai menyebar di Kecamatan lainnya di Kabupaten Limapuluh Kota, diantaranya ke Kecamatan Akabiluru, Kecamatan Payakumbuh dan Kecamatan Harau.

Pisang dengan ciri khas berbuat lebat namun batang tidak terlalu tinggi itu, bahkan mampu menggantikan sejumlah tanaman lainnya, sebab pangsa pasar yang luas serta harga jual yang stabil. Sehingga banyak petani yang beralih menanam pisang tersebut.

Begitu disampaikan pembudidaya Pisang Ca­vendish, Deki Yusman saat memantau lahan Pi­sang Cavendish miliknya di Jorong Boncah Nagari Batu Balang Kecamatan Harau Kabupaten Lima­puluh Kota.

“Alhamdulillah saat ini petani atau masyarakat yang menanam pisang Cavendish terus bertambah. Jika sebelumnya di Kecamatan Situjuah dan Lareh, Luhak, kini masya­rakat yang menanam juga telah hampir ada di seluruh Kecamatan,” begitu disampaikan pembudidaya Pisang Cavendish, Deki Yusman saat memantau lahan Pisang Ca­vendish miliknya di Jorong Boncah Nagari Batu Balang Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota.

Lebih jauh Deky me­ngatakan bahwa, ia terus mengajak masyarakat untuk menanam pisang Ca­vendish juga untuk memanfaatkan lahan tidur dan mewujudkan ketahanan pangan sesuai Program Presiden dan Bupati-Wakil Bupati Limapuluh Kota.

“Dengan mengajak ma­syarakat untuk mengolah atau memanfaatkan lahan tidur menjadi pro­duktif dan menghasilkan uang, kita ingin mewujudkan ketahanan pangan sesuai Program Presiden dan Visi-misinya kepala daerah,” ujarnya.

Saat ini menurut Deky, pangsa Pasar pisang Ca­vendish sangat terbuka le­bar, tidak hanya untuk memenuhi permintaan di Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat serta di Provinsi Riau, namun juga diberbagai pasar modern di Indonesia. Namun me­nurut Deky, hal itu belum bisa terwujud karena produksi yang dihasilkan belum banyak, sehingga ia terus membina dan mengajak menanam pisang Cavendish sesuai SOP yang benar.

“Respon masyarakat sampai saat ini cukup bagus, sehingga mereka mau bersama-sama mem­buka dan memberdayakan lahan tidur. Mereka mau untuk dibina dan kemudian melakukan atau bertani sesuai SOP yang benar. Tentu kita harapkan nantinya mampu mendongkrak ekonomi,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, di Jorong Boncah Nagari Batu Balang saat ini ia menanam sekitar 2 ribu batang pisang Cavendish. Jika nantinya ditanam dan dikelola dengan baik, satu pohon batang pisang bisa menghasilkan 100-150 buah. “Disini kita tanam sekitar 2 ribu pohon atau rumpun, nanti kita harapkan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat yang memiliki lahan ini,” tambahnya.

Selain terus mewujudkan ketahanan pangan dan mengajak masya­ra­kat mengolah atau memanfaatkan lahan tidur, Deky juga berharap Pemerintah Daerah melalui Dinas terkait bisa memberikan perhatian kepada masyarakat (petani maupun pengangguran) untuk mau bertani dan menggarap lahan.

“Tentu peranan Pemerintah Daerah melalui Dinas terkait (Pertanian) diharapkan bisa lebih mak­simal untuk mengajak masyarakat mau mengolah lahan tidur sehingga menjadi produktif, terutama bagi generasi muda yang belum bekerja. Sementara terhadap petani, Dinas pertanian juga harus membantu terkait kendala yang dihadapi petani, terutama masalah modal usaha,” harapnya.

Sebab menurut Deky, masih banyak petani yang belum tahu/paham memanfaatkan perbankan untuk usaha pertanian mereka. “Masih, masih banyak petani kita yang belum paham terkait perbankan untuk meningkatkan atau menjalankan usaha pertanian mereka. Jadi perlu peranan yang lebih besar dari Dinas Pertanian,” tutupnya. (uus)