METRO PESISIR

Dialog Kebangsaan PW ISNU Sumbar, Hari Lahir Pancasila Harus Terus Digaungkan

0
×

Dialog Kebangsaan PW ISNU Sumbar, Hari Lahir Pancasila Harus Terus Digaungkan

Sebarkan artikel ini

PDG. PARIAMAN, METRO–Ketua Pimpinan Wila­yah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Provinsi Sumtera Barat Zeki Aliwardana meng­ungkapkan, perlunya terus  didengungkan hari lahir Pancasila agar anak-anak bangsa Indonesia memahami Pancasila sebagai ideologi dalam kehidupan bernegara dan berbangsa. Beberapa  hari lalu diperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), tepatnya   20 Mei.

Ketua PW ISNU Provinsi Sumtera Barat Zeki Aliwardana, mengungkapkan hal itu pada halal bi halal dan Dialog Kebangsaaan dalam rangka peringatan hari lahir Pancasila, kema­rin.

Dialog kebangsaan meng­hadirkan pembicara Ketua Senat/Guru Besar Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang Prof. Dr. Duski Samad Tuanku Mudo dan Se­k­retaris DPD Satupena Sumatera Barat Armaidi Tanjung dengan moderator Ahmad Damanuri Tuanku Mudo mantan Ketua Gerakan Pemuda Ansor Padang Pariaman.

Hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Padangpariaman Syafrizal, pengurus PW ISNU Sumbar, PC ISNU Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padangpariaman, Kabupaten Mentawai, badan o­tonom NU seperti PMII, IPNU, IPPNU yang berjumlah hampir 100 orang.

Armaidi Tanjung  menambahkan, peringatan hari lahir Pancasila penting dilakukan karena merupakan momen untuk me­nge­nang perjuangan pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara Indonesia, yakni Pancasila. Pancasila adalah landasan filosofis yang menyatukan seluruh warga negara da­lam kehidupan sehari-hari. Peringatan ini juga menjadi ajakan untuk merefleksikan dan mengamalkan ni­lai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Sebagai bangsa dan negara yang besar, Indonesia memiliki keragaman dari Sabang sampai Merauke. Data terbaru dari BPS menyebutkan ada 1.340 suku bangsa di Indonesia  dengan 17.380 pulau pada 2024. Dengan keragaman tersebut, tentu sangat di­butuhkan ideologi yang dapat menjaga kesatuan dan persatuan bangsa,” tambah Armaidi Tanjung. (efa)