FINAL Liga Champions musim 2024/2025 yang digelar di Allianz Arena, Muenchen, kembali menegaskan reputasi kota ini sebagai “tanah suci” bagi klub-klub yang meraih gelar juara pertamanya.
Menariknya, setiap kali final Liga Champions digelar di Muenchen, selalu ada klub yang meraih gelar pertamanya.
Fenomena ini sering disebut sebagai “kutukan Muenchen” atau “hukum Muenchen”, di mana kota ini menjadi saksi bagi klub-klub yang mencatatkan sejarah baru di kancah Eropa.
Paris Saint-Germain (PSG) mencatatkan sejarah dengan meraih trofi Liga Champions pertama mereka setelah mengalahkan Inter Milan dengan skor telak 5-0.
Melansir laman resmi UEFA, sejak pertama kali menjadi tuan rumah final Liga Champions pada tahun 1979, Munich telah menyaksikan lima klub berbeda mengangkat trofi “Si Kuping Besar” untuk pertama kalinya
Pertama ada Nottingham Forest (1978/1979). Di final yang digelar di Olympiastadion, Muenchen, Nottingham Forest mengalahkan Malmö FF 1-0 melalui gol tunggal Francis. Ini menjadi awal dari dua gelar beruntun mereka di kompetisi ini.
Kemudian, Olympique Marseille (1992/1993). Marseille menjadi klub Prancis pertama yang menjuarai Liga Champions setelah mengalahkan AC Milan 1-0 di Muenchen. Gol kemenangan dicetak oleh Boli.
Selanjutnya, Borussia Dortmund (1996/1997). Dortmund mengalahkan Juventus 3-1 di final yang juga berlangsung di Olympiastadion, Muenchen. Riedle mencetak 2 gol dan Ricken mencetak 1 gol. Kemenangan ini menjadi gelar Liga Champions pertama bagi klub asal Jerman tersebut.
Chelsea (2011/2012). Di Allianz Arena, Muenchen, Chelsea meraih gelar Liga Champions pertamanya setelah mengalahkan Bayern melalui adu penalti. Pertandingan berakhir 1-1 di waktu normal, dan Chelsea menang 4-3 dalam adu penalti.
Paris Saint Germain (2024/2025). PSG akhirnya mengakhiri penantian panjang dengan meraih gelar Liga Champions pertama mereka. Di bawah asuhan Luis Enrique, PSG tampil dominan dan mengalahkan Inter Milan 5-0 di Allianz Arena, Muenchen. (jpg)






