BERITA UTAMA

Pungut Tarif Tak Wajar, 3 Juru Parkir Liar Ditangkap di Objek Wisata

0
×

Pungut Tarif Tak Wajar, 3 Juru Parkir Liar Ditangkap di Objek Wisata

Sebarkan artikel ini
PARKIR LIAR— Tim Polres Agam mengamankan tiga juru parkir liar di objek wisata Muari Mati.

AGAM,METRO–Tim Kupu Kupu sat Res­krim Polres Agam melakukan penindakan terhadap aksi premanisme yang beberapa hari ini kembali marak dikawasan objek wisata Muaro Mati, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Rabu (28/5) sore.

Kegiatan penindakan ini merupakan bagian dari Operasi Cipta Kondisi Polres Agam 2025, yang secara aktif menyasar potensi gangguan keamanan dan ketertiban masya­rakat, terutama di lokasi-lokasi publik.

Kasat Reskrim Polres Agam, AKP Erianto Penindakan berawal dari laporan warga yang resah atas tindakan sejumlah pemuda yang melakukan pungutan liar terhadap para pengunjung tempat wisata dengan modus pembayaran parkir kendaraan namun dengan tarif yang tidak wajar.

“Beranjak dari laporan tersebut, Polres Agam lang­sung merespon dengan menurunkan Tim kelelawar (Tim Opsnal Satres­kirm). Untuk melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap para pelaku premanisme yang dilaporkan,” kata AKP Erianto, Jumat (30/5).

Baca Juga  Titik Api Meningkat, Waspada, Dharmasraya Berasap

Ditambahkan AKP Erian­to, di tempat kejadian perkara, tim berhasil mengamankan tiga orang pelaku dengan inisial MF,FC dan FA. Yang ketiganya tertangkap tangan saat meminta sejumlah uang dengan modus biaya parkir.

“Dari ketiga pelaku, petugas berhasil mengamankan uang tunai sejumlah Rp 97 ribu yang diakui oleh ketiga pelaku adalah hasil dari meminta uang parkir kepada para wisatawan,” tuturnya.

Kapolres Agam AKBP Muarimenyatakan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian untuk menciptakan lingkungan wisata yang aman, tertib, dan bebas dari praktik premanisme.

Mengingat tak ada dari korban premanisme yang melaporkan ketiga pelaku ini secara tertulis di sentra pelayanan Kepolisian, maka Polres Agam menindaklanjutinya dengan memberikan pembinaan dan memulangkannya kembali kepada keluarga mereka.

Baca Juga  Masuk Sumbar, Ratusan TKI Malaysia Dicegat

“Saat ini kita sudah memberikan pembinaan kepada ketiga orang pelaku tersebut agar tidak lagi melakukan perbuatan yang sama di kemudian hari, kita juga sudah mendata dan memberitahukan perbuatan mereka kepada keluarga bersama dengan pemerintahan Nagari agar bisa diawasi apabila mengulangi perbuatannya lagi”. ulas Kapolres.

Operasi ini menunjukkan keseriusan Polres Agam dalam menghilangkan potensi gangguan kea­manan, sekaligus menjadi peringatan bagi pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan pribadi dengan cara-cara yang merugikan masyarakat. Polres Agam menegaskan bahwa akan terus berusaha untuk meningkatkan rasa aman dan nyaman di hati masyarakat. (pry)