METRO PADANG

Gudang Kayu Terbakar di Parak Karambia, Kerugian Capai Rp100 Juta

0
×

Gudang Kayu Terbakar di Parak Karambia, Kerugian Capai Rp100 Juta

Sebarkan artikel ini
PEMADAMAN API—Petugas Damkar Kota Padang melakukan pemadaman api yang sudah membakar gudang kayu yang berlokasi di Jalan Parak Karambia No. 3, Kelurahan Belakang Tangsi, Kecamatan Padang Barat, Jumat (30/5) pagi.

BLK.TANGSI, METRO–Kondisi panas ini rentan memicu kebakaran. Jumat (30/5) pagi, kebakaran me­landa gudang kayu yang berlokasi di Jalan Parak Karambia No. 3, Kelurahan Belakang Tangsi, Keca­ma­tan Padang Barat.

Gudang kayu tersebut diketahui milik Rubby (23). Tidak ada penghuni dalam bangunan tersebut saat kejadian.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Budi Payan, me­nga­takan pihaknya me­ne­rima laporan kejadian pada pukul 10.15 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerugian materi diperkirakan men­capai Rp100 juta.

“Unit kami langsung bergerak satu menit kemu­dian dan tiba di lokasi pada pukul 10.20 WIB. Proses pemadaman selesai seki­tar pukul 11.05 WIB,” jelas Budi.

Kebakaran terjadi di satu unit gudang kayu seluas kurang lebih 50 meter persegi. Saksi mata, Sabarya (55), warga sekitar, melihat asap keluar dari gudang dan segera melaporkannya ke petugas.

“Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” tambah Budi.

Lokasi kejadian berada di kawasan padat penduduk dengan akses jalan yang sempit, sehingga me­nyu­litkan proses pemadaman.

Meski begitu, petugas berhasil mencegah api merambat ke enam bangunan di sekitarnya. Total aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp1 miliar.

Sebanyak enam unit armada dan 70 personel dikerahkan ke lokasi. Petugas gabungan dari Damkar Kota Padang, Polri, TNI, Satpol PP, dan PLN juga turut membantu dalam penanganan.

Pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk te­tap waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya di kawasan padat penduduk.

Di sisi lain, Budi mengatakan, cuaca panas yang ekstrem dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan, hutan, dan rumah. Hal ini disebabkan oleh kekeringan yang me­nyebabkan bahan organik seperti rumput, daun kering, dan kayu menjadi mu­dah terbakar.

Selain itu, suhu panas juga dapat memperburuk kondisi, seperti mengeringkan tumbuhan dan me­ningkatkan potensi kebakaran saat ada sumber api. “Untuk itu kita tetap me­ng­imbau warga untuk waspada dengan cuaca panas ini, karena risiko kebakaran cu­kup tinggi,” pungkas Budi. (ren)