METRO PADANG

Normalisasi Bandar II Sepanjang 920 Meter, Upaya Pemko Kurangi Dampak Banjir di Dadok Tunggul Hitam dan Aiepacah

0
×

Normalisasi Bandar II Sepanjang 920 Meter, Upaya Pemko Kurangi Dampak Banjir di Dadok Tunggul Hitam dan Aiepacah

Sebarkan artikel ini
PENINJAUAN PROYEK BANDAR II— Wali Kota Padang Fadly Amran, melihat langsung proyek normalisasi Bandar II di Jalan Mawar Ujung, RT 03 RW 13, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Rabu (28/5).

DADOK, METRO–Pemerintah Kota (Pemko) Padang menunjukkan komit­men serius dalam menang­gulangi persoalan banjir yang ke­rap melanda sejumlah wila­yah­nya.

Hal ini terlihat dari pe­nin­jauan langsung Wali Kota Pa­dang, Fadly Amran, terhadap proyek normalisasi Bandar II di Jalan Mawar Ujung, RT 03 RW 13, Kelurahan Da­dok Tunggul Hitam, Keca­ma­tan Koto Tangah, Rabu (28/5).

Proyek ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Kota Padang dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumatera Barat.

Dalam kunjungannya, Wa­li Kota Fadly Amran men­­jelaskan bahwa normalisasi Bandar II adalah ba­gian integral dari upaya Pe­merintah Kota (Pemko) Pa­dang untuk mengurangi dam­pak banjir di kawasan Kelurahan Dadok Tunggul Hi­tam dan Kelurahan Aie Pa­cah.

Dua wilayah ini me­mang­­ dikenal sebagai daerah rawan genangan air saat intensitas hujan tinggi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat atas dukungannya dalam normalisasi Ban­­­dar II ini. Kami juga me­ng­apresiasi ma­sya­ra­kat Dadok Tunggul Hitam yang telah berkontribusi melalui hibah lahan demi kelancaran proyek ini. Semoga dengan upaya ini mampu mengurangi risiko banjir di wilayah Tunggul Hitam dan Aie Pacah,” ujar Fadly Amran didampingi Kepala Dinas PUPR Tri Hadiyanto.

Fadly menambahkan bahwa proyek normalisasi ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan sebelumnya pada 24 April 2025.

Saat itu, ia meninjau langsung kondisi saluran air dan mendengarkan aspirasi dari masyarakat setempat. Peninjauan tersebut menjadi dasar bagi percepatan pengerjaan proyek normalisasi ini.

“Kami berkomitmen untuk mengatasi berbagai permasalahan banjir di Kota Padang dengan meng­ge­­rakkan segala potensi, se­­­suai visi yang kami usung. Sebelumnya, kita juga telah dibantu oleh BWS Sumatera V dalam normalisasi Sungai Batang Kandis, dan hari ini oleh Dinas SDABK,” jelasnya.

Kepala Dinas SDABK Provinsi Sumatera Barat, Rifda Suriani, pada kesempatan yang sama turut mengamini urgensi proyek ini.

Ia mengungkapkan bah­wa kawasan Aie Pacah, khususnya, merupakan salah satu daerah genangan banjir yang memerlukan penanganan segera melalui normalisasi sungai.

“Normalisasi Bandar II memiliki panjang sekitar 920 meter dengan lebar 3-4 meter, dengan estimasi wak­tu pengerjaan kurang le­bih satu minggu. Mudah-mu­da­han dengan upaya ini da­pat mengurangi potensi ban­­jir di kawasan ini,” pung­­kas Rifda.

Respons positif juga datang dari masyarakat. Ketua RW 13 Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Su­kir­man, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemko Padang dan Pro­vinsi Sumatera Barat atas gerak cepat dalam menindaklanjuti aspirasi warga.

“Tidak sampai satu bulan usulan kami sudah ditindaklanjuti. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang dan Provinsi, ter­khusus kepada Wali Kota Padang Bapak Fadly Amran,” ujarnya. (ren)