BERITA UTAMA

Duel Penentu Takdir di Pekan Pamungkas Liga 1, 3 Poin Harga Mati!, Kabau Sirah Siap Tempur Hadapi Singo Edan

0
×

Duel Penentu Takdir di Pekan Pamungkas Liga 1, 3 Poin Harga Mati!, Kabau Sirah Siap Tempur Hadapi Singo Edan

Sebarkan artikel ini
KONFERENSI PERS— Pelatih Kepala Semen Padang FC, Eduardo Almeida didampingi pemain bertahan, Tin Martic, saat konferensi pers, Jumat (23/5).

PADANG, METRO–Semen Padang FC akan melakoni laga krusial untuk menentukan nasib mereka apakah bertahan atau tidaknya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Bertanding pada pekan ke-34 yang menjadi pekan pamungkas BRI Liga 1 musim 2024/2025, Kabau Sirah-julukan tim Semen Padang FC, akan bertandang ke Stadion Kanjuruhan.

Menghadapi tuan ru­mah Arema FC, Sabtu (24/5) pukul 16.00 WIB, keme­nangan menjadi harga mati bagi anak asuh Eduar­do Almeida untuk me­mas­ti­kan mereka bertahan di kompetisi Liga 1 musim depan.

Sebaliknya, jika gagal menang, klub yang be­rmaskas di Bukik Karang Putiah, Indaruang ini, me­miliki kans besar untuk terjun ke Liga 2, meskipun harus bergantung dari ha­sil pertandingan lainnnya antara PSIS Semarang VS Varito Putra, dan Madura United VS PSS Sleman.

Saat ini, dengan koleksi 33 poin, Semen Padang berada di peringkat ke-15 klasemen sementara Liga 1 2024/2025. Sedangkan PSS Sleman dan PS Barito Pu­tera yang ada di peringkat ke-16 dan 17, kini mengo­leksi 31 poin.

Artinya, apabila Semen Padang menelan kekala­han pada pekan terakhir dan PSS Sleman atau Ba­rito Putera meraih kemena­ngan, sudah dipastikan Kabau Sirah akan kembali ke Liga 2. Semen Padang masih bisa bertahan di BRI Liga 1 meskipun kalah dari Arema FC dengan syarat PSS Sleman dan Barito Putera juga gagal meraih kemenangan pada laga terakhir mereka.

Arema FC datang ke laga ini tanpa tekanan berarti. Tim berjuluk Singo Edan sudah memastikan diri lolos dari jerat degra­dasi. Namun performa me­reka masih angin-anginan. Setelah menang atas Per­sis Solo di pekan ke-31, Arema justru tumbang dari Persik Kediri dan hanya mampu berbagi angka de­ngan PSBS Biak.

Sementara itu, Semen Padang justru dalam kon­disi sebaliknya. Klub asal Sumatera Barat ini belum terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir. Na­mun, grafik performa me­reka sedikit melandai ka­rena hanya mampu me­raih hasil imbang di dua laga terakhir kontra Pe­r­sebaya Surabaya dan Per­sik Kediri.

Laga ini jadi penentuan nasib bagi Semen Padang. Tiga poin adalah harga mati untuk mengamankan tem­pat di Liga 1 musim depan. Jika gagal menang, nasib mereka akan bergan­tung pada hasil tim-tim pesaing. Masalahnya, re­kor perte­muan mereka mela­wan Arema tak ber­pihak. Ter­akhir kali Semen Padang menang atas Singo Edan terjadi pada 2017 silam.

Menghadapi Arema FC nanti, pelatih Semen Pa­dang, Eduardo Almeida mengaku  timnya dalam kondisi yang cukup bagus, dan telah mempersiapkan mempersiapkan tim sebaik mungkin, guna menun­tas­kan target meraih 3 poin.

“Mental pemain dalam kondisi yang bagus. Yang perlu dipersiapkan itu ba­gai­mana strategi dan lain­nya untuk bisa meme­nang­kan pertandingan pekan terakhir nanti dan meraih 3 poin,” kata Eduardo Al­meida.

Pelatih asal Portugal itu juga mengungkapkan kalau timnya sudah melakukan persiapan yang cukup ba­gus sebagai modal untuk mencuri poin di kandang Arema FC, meskipun ber­kaca pada putaran perta­ma lalu, Semen Padang dikalahkan Arema FC de­ngan skor 1-3.

“Tentu saja kita akan melakukannya dengan mak­­simal dengan seluruh kekuatan yang dimiliki serta strategi yang tepat untuk bisa memenangkan pertan­dingan nanti,” ujarnya.

Sementara itu, pemain bertahan Semen Padang FC, Tin Martic mengung­kapkan bahwa hasil per­tandingan mela­wan Singo Edan berada di tangan tim sendiri. Per­siapan kami masih seperti pertandi­ngan-pertandi­ngan sebe­lumnya. Namun, ini adalah pertandingan terakhir ka­mi, jadi kami berusaha ke­luar dari siuasi ini dima­na semuanya ada di tangan kami sendiri dan 3 poin untuk kami agar bisa berta­han di Liga 1,”tegas pe­main asal Kroasia tersebut.

Sementara itu tim tuan rumah Arema FC juga mem­bidik tiga poin dalam pertandingan ini. Pelatih Ze Gomes bahkan menar­get­kan Arema FC dapat mer­aih 50 poin untuk menutup akhir kompetisi nanti.

“Fokus kami adalah mengakhiri musim ini de­ngan meraih 50 poin. Ming­gu ini pemain sudah beru­saha maksimal dalam lati­han. Jadi kami harus siap untuk pertandingan nan­ti,”tandasnya.

Diketahui, pertandi­ngan ini akan menjadi per­temuan keenam bagi ke­dua tim di era Liga 1 sejak 2017 silam. Catatan buruk menghantui Semen Pa­dang dalam laga hidup-mati pekan ini. Pasalnya, dari lima pertandingan yang sudah terjadi sejak 2017 di Liga 1, Kabau Sirah hanya mampu menang sekali atas Arema FC dan menelan kekalahan dalam empat laga lainnya.

Padahal, Semen Pa­dang membutuhkan keme­nangan dalam laga terakhir musim ini demi terhindar dari degradasi. Karena sebagaimana diketahui, skuat asuhan Eduardo Al­meida itu kini berada di ujung tanduk dan dalam ancaman kembali turun ke Liga 2. Saat ini, Kabau Sirah duduk satu posisi di atas zona merah, tepatnya posi­si ke-15 dengan torehan 33 poin. Semen Padang hanya unggul dua poin atas PSS Sleman dan PS Barito Pu­tera yang berada di ba­wahnya dengan 31 poin.

Sementara itu, di sisi lain Arema FC masih bisa memperbaiki posisi mere­ka dan finis di peringkat yang lebih tinggi apabila sukses meraih tiga poin atas Semen Padang. Are­ma FC juga dalam anca­man turun posisi apabila gagal meraih poin dan Bali United FC meraih kemena­ngan atau imbang pada laga terakhirnya ini. (rom)