PADANG, METRO–Kapal penumpang milik Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai dan kapal nelayan mengalami kebakaran saat bersandar di dermaga Pelabuhan Samudera, Kelurahan Bungus Barat, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Padang, terbakar pada Jumat (23/5).
Beruntung, musibah kebakaran kapal itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun kebakaran itu sempat membuat warga yang berada di dermaga panik lantaran api cepat membesar dan mengeluarkan asap tebal yang membubung tinggi.
Tak berselang lama, petugas Damkar berikut dengan armada datang ke dermaga untuk melakukan pemadaman. Meski api berhasil dipadamkan, dua kapal yang terbakar mengalami kerusakan parah.
Anggota Kelompok Siaga Bencana (KSB) Bungus Teluk Kabung, Syafrudin membenarkan adanya kebakaran kapal itu. Menurutnya, salah satu kapal yang terbakar kemungkinan milik pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai.
“Jika dilihat dari lambangnya seperti lambang Pemda Mentawai. Kalau yang satu lagi sepertinya kapal milik nelayan,” ujarnya.
Menurut Syafrudin, seban yak dua unit kapal tampak terbakar di kawasan pelabuhan. Ia melihat api membakar kapal sekira pukul 16.00 WIB. Karena melihat api dan asap, kemudian Syafrudin melaporkannya ke grup dan pemadam kebakaran di Padang.
“Mungkin karena berdekatan makanya api menyambar ke kapal lainnya. Sekityar setengah jam dilakukan penyemprotan air, api berhasil dipadamkan,” tuturnya.
Kepala Bidang Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Rinaldi mengatakan, setelah menerima laporan adanya kebakaran kapal di dermaga, pihaknya mengerahkan armada dan puluhan personel ke lokasi.
“Armada kita yang stand by di Bungus kita turunkan. Ada dua unit ditambah satu mobil rescue. Kapal dalam posisi bersandar di dermaga dan penumpang sudah turun. Tidak ada korban jiwa. Hanya saja dua kapal yang terbakar mengalami rusak berat,” ungkap Rinaldi.
Dijelaskannya, kedua kapal tersebut diketahui masing-masing milik Pemda Mentawai, dan satu lagi milik nelayan yang tengah bersandar. Hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut.
“Diduga api dari mesin kapal Pemkab Mentawai karena bagian itu habis terbakar. Kebakaran ini menimbulkan kerugian material yang signifikan. Beruntung tidak ada nyawa yang melayang dalam insiden tersebut,” tutur Rinaldi. (brm)






