SIJUNJUNG, METRO – Bawaslu Kabupaten Sijunjung terus melakukan upaya dalam menjamin pelaksanaan pemilu berjalan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang telah diatur dalam undang-undang. Dalam mewujudkan hal itu, Bawaslu menggandeng mahasiswa agar berperan aktif dalam pengawasan dan berpatisipasi pada setiap tahapan maupun proses pemilihan umum berlangsung.
Peran serta fungsi mahasiswa dalam pelaksanaan pesta demokrasi pada pemilu 17 April mendatang memiliki pengaruh yang besar untuk menjadikan pemilu berjalan sukses dan sesuai dengan ketentuan. Selain sebagai kalangan terpelajar, partisipasi dan pengawasan dari mahasiswa dalam mengawal berjalannya pemilu juga akan berperan penting di tengah masyarakat.
“Pelaksanaan pemilu kali ini sangat berbeda dengan pemilu yang sebelumnya. Tugas Bawaslu berat untuk menjamin setiap tahapan pemilu berjalan sesuai dengan aturan. Maka dari itu, kita menggandeng seluruh pihak untuk berperan aktif agar pemilu tetap berjalan dengan baik dan sukses, salah satunya partisipasi dan pengawasan dari mahasiswa,” tutur Ketua Bawaslu Kabupaten Sijunjung, Agus Hutrial Tatul saat memberikan materi dihadapan puluhan mahasiswa dari kampus STIT dan STIPER.
Puluhan mahasiswa dari dua perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Sijunjung tersebut mendapatkan materi dari narasumber. Yaitu, Alni selaku kordinator divisi penyelesaian sengketa Bawaslu Sumbar dan Ketua KPU Sijunjung, Lindo Karsyah, pada Sabtu (6/4) bertempat di Wisma Keluarga, Muaro Sijunjung.
“Agar pelaksanaan pemilu berjalan sesuai ketentuan dan undang-undang yang berlaku, kita melakukan pencegahan terlebih dahulu sebelum dilakukan penindakan. Jadi, tidak sebaliknya. Kita akan lakukan upaya persuasif terlebih dahulu,” ujar Tatul.
Ia mengajak agar para mahasiswa turut melakukan pengawasan pada setiap tahapan pemilu berlangsung. Apalagi disaat waktu kampanye, pencoblosan, pemungutan dan penghitungan suaru nanti.
“Kami berharap, kawan-kawan nantinya bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat, serta ikut serta mengawasi jika adanya terjadi pelanggaran pemilu. Jangan takut untuk melaporkan kepada Bawaslu, selagi itu fakta dan bisa dibuktikan,” jelas Ketua Bawaslu, didampingi Riki Minarsah selaku Kordinator Divisi Pengawasan, hubungan masyarakat dan hubungan antar lembaga.
Pada kegiatan itu, para mahasiswa diberikan materi terkait berbagai bentuk dan jenis pelanggaran, serta mekanisme pelaporan kepada Bawaslu.
“Suksesnya pemilu adalah tanggung jawab kita bersama, tanpa bantuan semua pihak, kami dari Bawaslu tentu tidak akan bisa mengawasi secara keseluruhan. Disini kawan-kawan mahasiswa kita berikan materi dan pemahaman seputar pengawasan dan partisipatif, dan berharap agar pelaksanaan pemilu berjalan dengan baik dan sukses,” tambahnya. (ndo)





